30 Tim dari 21 Universitas Ikuti Babak Demo-Day Kompetisi Ide Bisnis Pertamuda
·waktu baca 2 menit


DENPASAR, kanalbali.com - Kompetisi ide bisnis PT Pertamina (Persero), Pertamuda Seed & Scale memasuki babak baru. Terjaring dari proses kurasi dan seleksi yang ketat, sebanyak 30 peserta dari 21 Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia kini bersiap memasuki tahapan Demo-Day.
"Dari total 2.719 peserta yang mendaftar, sebanyak 30 peserta dinilai memiliki ide bisnis yang unik dan akan bermanfaat bagi industri, terutama energi baru, di masa depan," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso dalam rilisnya Senin (13/11/2023).
Demo-Day akan dilaksanakan pada akhir bulan November 2023. Dilanjutkan dengan Final Pitch dan business matching, dengan jumlah peserta yang lebih terseleksi, yakni 10 finalis untuk kategori Early Stage Startups dan 5 finalis kategori Energy Founder.
Para finalis akan meyakinkan programnya di hadapan para juri, yang terdiri dari Manajemen Pertamina dan sejumlah investor terkemuka.
Zulfikar Sekretaris Inkubator Bisnis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menyatakan rasa syukurnya ketika mahasiswanya dinyatakan lolos kurasi untuk melaju ke Demo-Day. “Apresiasi yang luar biasa karena pencapaian ini sangat membanggakan bagi kami, mengingat pesertanya ribuan, termasuk dari berbagai universitas unggulan di Indonesia,” ujar Zulfikar.
Zulfikar juga memberi apresiasi bagi Pertamina atas penyelenggaraan Pertamuda. Ia berharap kegiatan ini dapaf berkelanjutan karena selain bermanfaat untuk memberi ruang berekspresi kepada para mahasiswa, juga mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneurship.
IAIN Lhokseumawe merupakan salah satu kampus asal peserta terseleksi. Ajang Pertamuda tahun ini, menjadi momen pertama bagi IAIN Lhokseumawe, bahkan bagi perguruan tinggi dari Provinsi Aceh, untuk masuk ke tahapan Demo-Day.
Sementara itu, Laa Roybafyh dari Universitas Gadjah Mada mengaku makin mempersiapkan diri pada ajang Pertamuda 2023. Pada tahun 2021, dia juga mengikuti Pertamuda namun gagal mencapai Top 3. "Menjadi bagian dari Pertamuda memberi banyak manfaat terkait pengetahuan membangun bisnis. Saya senang bisa bertemu inovator lain dan mendapat ilmu dari para mentor," ujar La Roybafyh yang kali ini membawa ide inovasi 'Water Coin'.
Pertamuda digelar oleh Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). (kanalbali/RLS)
