5 Terapis Spa dari Bali Tersandung Masalah di Sri Lanka

Konten Media Partner
19 April 2022 13:57
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
5 Terapis Spa dari Bali Tersandung Masalah di Sri Lanka (46825)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi - Pekerja Migran - IST
ADVERTISEMENT
DENPASAR, kanalbali.com - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, tak hentinya dirundung masalah. Setelah sebelumnya puluhan PMI sempat luntang-lantung di Turki, kini muncul lagi kasus baru. Lima orang PMI asal Bali harus berurusan dengan hukum di Sri Lanka.
ADVERTISEMENT
Dihubungi Selasa (19/4) kepala Dinas Tenaga kerja provinsi Bali Ida Bagus Arda menjelaskan, lima PMI asal Bali diamankan petugas setempat setelah tertangkap bekerja sebaga terapis spa tanpa melalui prosedur yang benar.
"Mereka tertangkap sedang kerja oleh petugas disana kemudian jalani pemeriksaan secara hukum," ujar Arda.
Beruntung menurut Arda, pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia responsif dan langsung membangun komunikasi dengan pemerintah Sri Lanka sehingga kelima PMI tersebut tidak ditahan.
"Syukurnya cepat ditangani kementerian luar negeri sehingga mereka tidak ditahan. Saat ini mereka tinggal di tempat kemenlu, tapi mereka belum bisa pulang karena harus jadi saksi," terang Arda.
Mereka harus menjadi saksi karena selain mengamankan PMI, petugas kepolisi Sri Lanka juga mengamankan pihak agen pemberi kerja dan pengguna jasa PMI tersebut. Sampai proses hukum itu selesai barusan bisa dipulangkan le tanah air.
ADVERTISEMENT
Arda sendri belum bisa membeberkan identitas para PMI tersebut demi alasan keamanan. Selain itu dia menduga para PMI tersebut diamankan petugas karena berangkat secara non prosedural. Sehingga bagaimana proses keberangkatannya tidak diketahui oleh dinas tenaga kerja.
Mengenai proses hukum terhadap perekrut dan penyalur di tanah air nantinya akan ditindak lanjuti setelah kelima PMI tersebut tiba di Bali. "Nanti kalau mereka sudah sampai barulah dimulai babak baru, bagaimana proses berangkatnya dan siapa yang merekrut akan ditelusuri," ucap Arda. (KanalBali/ROB)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020