Konten Media Partner

AMD Mendaftar, Wandira Bertekat Buktikan Bukan Calon 'Kaleng-kaleng'

30 Januari 2020 17:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penyerahan berkas pendaftaran dari AA Ngurah Kresnaningrat Daneswara mewakili AA Manik Danendra (tengah) kepada Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan berkas pendaftaran dari AA Ngurah Kresnaningrat Daneswara mewakili AA Manik Danendra (tengah) kepada Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira
ADVERTISEMENT
Tokoh muda Anak Agung Manik Danendra resmi mendaftar sebagai bakal calon Walikota Denpasar melalui Partai Golkar. Hal itu ditandai secara resmi dengan menyerahkan berkas pendaftaran pada Kamis (30/1/2020).
ADVERTISEMENT
"Kami disini mencalonkan diri bukan sekedar untuk meramaikan tetapi dengan keyakinan akan menang dan membawa perubahan bagi kota Denpasar," tegasnya usai menyerahkan berkas yang dilampiri sejumlah persyaratan.
Kehadiran Danendra yang berjalan kaki menuju kantor DPD Golkar Bali cukup unik karena diiringi oleh penari Barong. Ia juga diiikuti oleh ratusan anak muda milenial, perwakilan puri serta komponen masyarakat lainnya.
AA Manik Danendra saat tiba di DPD Golkar Bali -RFH
Danendra menyebut, ia mengusung visi Denpasar yang Asri, Maju dan Damai (AMD) dengan misi mewujudkan Denpasar sebagai kota yang smart dan kreatif. "Sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia," tegasnya. Ia mengaku siap bekerja keras dan bahkan bersedia tidak menerima gaji selama menjabat.
Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira menyebut , pihaknya bangga dengan adanya tokoh yang mau menjadikan Golkar sebagai sarana pengabdian. "Kalau ada yang menyebut calon kita kaleng-kaleng itu menjadi tantangan yang akan kita buktikan sebagai hal yang tidak benar," ujarnya.
AA Manik Danendra saat menyampaikan visi dan misi - RFH
Dia juga mengingatkan, Denpasar membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mengejar berbagai penghargaan. Tapi kenyataannya masih banyak masalah yang tidak terselesaikan. "Padahal Denpasar ini kota kecil. Semua bisa diukur dan dilihat masalahnya," tegas Wakil Ketua DPRD Denpasar ini.
ADVERTISEMENT
Unruk proses pencalonan itu sendiri, setelah masa pendaftaran selesai, pihaknya akan melakukan survey guna mengukur popularitas dan elektabilitas calon. Hal itu yang menentukan pemberian rekomendasi kepada calon yang akan maju dari Golkar. (Kanalbali/RFH)