Konten Media Partner

AMDAL Proyek Kereta Gantung di Kawasan Kintamani Dipertanyakan

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemuda Abang , Kintamani bersama Peradah Bangli saat mengadakan kegiatan di tepi Danau Batur (kanalbali/IST)
zoom-in-whitePerbesar
Pemuda Abang , Kintamani bersama Peradah Bangli saat mengadakan kegiatan di tepi Danau Batur (kanalbali/IST)

BANGLI , kanalbali - Adanya rencana pembangunan cable car (kereta gantung-red) yang melintasi Gunung Abang dan Danau Batur di Kintamani, Bangli oleh investor Rusia telah beredar luas. Namun Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek itu belum diketahui warga.

Pemuda Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, mengaku belum menerima dokumen tersebut. "Padahal proyek tersebut sepintas akan menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap alam lingkungan di Kintamani," kata Wakil Ketua Sekaa Teruna (ST) Tunas Mekar, Banjar Dukuh, Abang Batudinding, I Wayan Dedi Pranata, Selasa (29/10).

Bayang-bayang penodaan kawasan suci juga menjadi kekhawatiran lain. "Kami ingin menanyakan, sejauh apa proyek ini akan memberi manfaat, apakah perlu di Kintamani dibangun wahana seperti itu yang memungkinkan pencemaran atau pelecehan terhadap pura yang kami miliki?" katanya.

Dijelaskan, desas-desus pembangunan memang terus menguat. Bahkan, menurut sejumlah informasi yang berkembang peluang untuk terbangun sangatlah tinggi."Dulu, akibat guncangan gempa bumi saja, tebing kami longsor dan menimbun akses jalan. Begitu juga longsoran akibat hujan yang terjadi bertahun-tahun lalu masih sering mendatangkan longsoran baru hingga sekarang. Kami belum bisa membayangkan bagaimana kalau proyek ini akan dijalankan," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli, I Ketut Eriadi Ariana, berharap pihak terkait memberikan atensi."Keluh kesah yang disampaikan pemuda dan masyarakat Abang Batudinding sebagai warga terdampak langsung rencana proyek tersebut harus diperhatikan," tegasnya.

"Saat ini posisi kami bukan menolak ataupun mendukung. Sikap kami sebagaimana juga pernah dinyatakan DPP Peradah Indonesia Bali adalah mempertanyakan kelayakan proyek. Terlebih kami dapatkan informasi bahwa ada sejumlah pura yang akan dilintasi jalur kereta gantung tersebut," katanya. (kanalbali/RLS)