Anggota DPR Minta Kapolda Atensi Khusus Kasus PMI Bali Terlantar di Turki

Konten Media Partner
9 Maret 2022 11:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anggota DPR Ri dari Bali Nyoman Parta - IST
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPR Ri dari Bali Nyoman Parta - IST
ADVERTISEMENT
DENPASAR, kanalbali.com - Anggota DPR RI asal Bali Nyoman Parta prihatin dengan nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang kini luntang - lantung di Turki. Menurutnya peristiwa seperti ini sering terjadi dan banyak yang tidak terekspose.
ADVERTISEMENT
"Saya prihatin karena sering terjadi. Saya pernah membantu memulangkan PMI dari Madrid, banyak yang tidak terekspose," kata Parta, Rabu (9/3).
Menurut Parta modusnya memang sering dengan menggunakan visa wisata, tapi perusahaan penyalur atau agen nyatanya mengirim mereka untuk dipekerjakan.
Parta berharap Kapolda Bali mengantensi memberi atensi khusus pada kasus ini sebab para PMI tersebut telah melayangkan laporan ke Polda Bali melalui penasehat hukum. "Kepada Kapolda Bali, saya mohon kasus ini diatensi khusus. Perusahan yang memberangkatkan diduga telah melakukan penipuan," ujar Parta.
Selain itu dia menekankan agar pihak imigrasi harusnya lebih selektif di airport. Jika niatnya untuk bekerja tapi visanya untuk berwisata seharusnya tidak diijinkan terbang.
"Saya akan komunikasikan dengan Komisi terkait dan pimpinan Badan kerja sama antar Parlemen (BKSAP) untuk berkomunikasi agar Kemenlu bisa segera memulangkan," ucap Parta.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan sebelumnya Puluhan Calon Tenaga kerja asal Bali diduga jadi korban penipuan. Kini mereka hidup terkatung-katung tanpa kepastian apakah akan tetap bertahan di Turki atau harus pulang ke tanah air. Terungkapnya hal ini setelah puluhan calon tenaga kerja tersebut menunjuk pengacara dan melaporkan agen penyalur ke Polda Bali. (KanalBali/ROB)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020