Konten Media Partner

Polresta Denpasar Memperketat Pengamanan Menjelang Nyepi

Kanal Baliverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polresta Denpasar Memperketat Pengamanan Menjelang Nyepi
zoom-in-whitePerbesar

SALAH-satu Ogoh ogoh yang siap diarak pada malam Pengerupukan (kanalbali/ZTE)

DENPASAR, kanalbali.com - Menjelang Hari Raya Nyepi, warga di Bali akan melakukan upacara Pengerupukan dengan mengarak Ogoh-ogoh (boneka raksasa) mengelilingi desa.

Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana mengatakan, acara itu akan menjadi salah-satu fokus pengamanan .

“Khusus di Kota Denpasar ada 1.130 ogoh-ogoh yang diarak. Kami akan fokuskan pengamanan di patung Catur Muka,”ujar AKBP I Nyoman Artana yang ditemui di Polresta Denpasar, Selasa (13/3).

AKBP Artana mengingatkan, bagi pengusung ogoh-ogoh diharapkan tidak mengonsumsi minuman keras karena menjadi pemicu ketersinggungan yang bisa merusak perayaan hari pengerupukan. “Selesai pawai, ogoh-ogoh sebaiknya dibakar di lingkungan masing-masing, bukan ditaruh di sembarang tempat, karena dapat mengganggu keindahan Kota Denpasar,” ujarnya.

Pengarakan ogoh-ogoh tidak boleh melewati batas lingkungan masing-masing untuk menghindari kesalahpahaman yang berpotensi terjadinya benturan fisik atau bentrok. “Saya juga mengimbau musik yang dipakai mengiringi pawai ogoh-ogoh adalah gambelan atau musik tradisional,” tuturnya.

Perwira melati dua asal Tabanan ini menambahkan, pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan stake holder dan instansi terkait. Sebagaimana diketahui bersama bahwa hari raya Nyepi tahun ini bersamaan dengan hari raya Saraswati. Nyepi dilaksanakan mulai pukul 6.00 WITA, sehingga bagi masyarakat yang melaksanakan persembahyangan Saraswati diharapkan dilaksanakan dari rentang waktu pukul 0.00 WITA sampai pukul 5.00 WITA,” imbuhnya.

AKBP Artana mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di lingkungan masing-masing. Selain itu, Umat Hindu diharapkan melaksanakan catur brata penyepian, yaitu amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).(kanalbali/KR7)