Bali Cegah Corona: Siswa Belajar di Rumah, Sekolah Disemprot Disinfektan

Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Denpasar mengeluarkan surat edaran yang meliburkan kegiatan belajar mengajar Paud/TK, SD dan SMP sementara waktu. Tujuannya untuk menghindari risiko penularan Corona.
"Dan digantikan dengan belajar di rumah. Imbauan ini berlaku mulai hari Senin (16/3) hingga 31 Maret 2020," ujar Kepala dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, Minggu (15/3).
Pihaknya telah melakukan rapat bersama pihak sekolah seluruh Denpasar. "Banyak orang tua yang merasa was-was ketika anaknya bersekolah, salah satu sekolah Internasional ada yang diliburkan," ujarnya.
Agaknya, kecemasan itu melatarbelakangi dinas pendidikan untuk mengeluarkan surat edaran ini. "Tidak libur tetapi belajar di rumah. Mekanisme pembelajarannya diatur oleh masing masing sekolah," tambahnya.
Mekanisme itu ditetapkan lantaran setiap sekolah memiliki teknologi, aplikasi serta fasilitas yang berbeda-beda. "Untuk siswa SMP yang melakukan ujian sekolah bisa melalui portofolio. Hasil ujiannya bisa dikirim melalui media seperti Google classroom atau pun media lain. Dalam hal ini guru juga harus tetap memantau dan berada di sekolah," jelasnya.
Dalam hal ini, dinas kebudayaan juga mengimbau orang tua murid untuk terus memantau anaknya dalam belajar. "Orang tua harus bisa mengarahkan anaknya, bukan malah diajak berlibur ke tempat wisata," tegasnya. Sembari anak belajar di rumah, di sekolah akan dilakukan penyemprotan disinfektan. ( KR14)
