Konten Media Partner

Berawal di Medsos, Gadis Disabilitas di Bali Dipersunting Bule Jerman

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael Bommel bersama Ni Ketut Raka saat melangsungkan pernikahan di Nusa Penida, Klungkung (kanalbali/IST)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Bommel bersama Ni Ketut Raka saat melangsungkan pernikahan di Nusa Penida, Klungkung (kanalbali/IST)

KLUNGKUNG, kanalbali - Ni Ketut Raka (34), gadis asal Dusun Kelemahan, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang tidak memiliki tangan dan kaki dipersunting oleh seorang Pemuda Jerman, yang bernama Michael Bommel.

"Mereka memutuskan nikah di Nusa Penida dengan istiadat Bali," kata Kepala Desa Suana I Putu Rai Sudarta , Rabu (28/8).

Pernikahan dilakukan pada Selasa (27/8) setelah sempat berpacaran yang dijalani kurang lebih selama satu tahun lamanya. Saat menikah Michael Bommel memakai udeng songket dengan kamben songket dan baju safari. Sementara itu Ni Ketut Raka, anggun selayaknya wanita pada umumnya dengan mengenakan pakaian kebaya putih dan kamben dan rambut disanggul.

Suasana saat pernikahan Bommel dengan Ni Ketut Raka (kanalbali/IST)

“Keduanya katanya kenal melalui Medsos facebook, suaminya sempat Bolak Balik Bali Jerman namun karena jodoh akhirnya mereka menikah,” sebutnya.

Masalah sempat muncul, ketika ternyata Michael Bommel saat menikah hanya datang seorang diri. Ia tidak mengajak seorang anggota keluarganya yang siap sebagai wali dalam pernikahannya tersebut.

" Secara aturan formal, jika menikah beda kewarganegaraan seharusnya WNA juga didampingi oleh konsulat negaranya. Ketika itu bahkan tidak ada wali untuk pernikahan adatnya, saya sempat berpikir siap untuk menjadi wali dalam pernikahan tersebut," ungkap Kabid Rahabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Klungkung, Wilem Supriono.

Untung ada warga setempat, yang bersedia menjadi wali pernikahan.Warga tersebut dikenal warga dengan nama Pak Gede, warga lokal namun lama merantau di Sumatera. Proses pernikahan pun berlangsung khusyuk dan hikmat.

Willem Supriono mengaku sempat berbincang dengan kedua mempelai. Setelah resmi menjadi sepasang kekasih, Michael Bommel yang bekerja sebagai pembuat gigi palsu berencana akan bolak-balik dari Jerman ke Nusa Penida beberapa bulan sekali. Sementara Ketut Raka tetap di kampung halamannya karena harus merawat ayahnya yang sudah berusia renta.

Ni KetutRaka bersama Bupati Klungkung Suwirta (kanalbali/IS)

" Hanya saja Michael Bommel berencana mengajak Raka ke Jerman. Namun itu tidak menetap, hanya sebatas memperkenalkan Ketut Raka ke keluarganya," jelas Willem.

Meskipun sudah sah secara adat sebagai suami istri, Michael Bommel dan Ketut Raka harus melengkapi berbagai persyaratan agar dapat diterbitkan akta perbikahan secara dinas oleh Disdukcapil Klungkung.

Tenarnya nama Ni Ketut Raka, berawal ketika Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menjadikannya sebagai motivator disabilitas di Klungkung. Ia dijadikan pemain untuk film “Jangan Jadikan Aku Beban” . Bupati juga sering mengajaknya berkeliling di pelosok Klungkung mengunjungi warga disabilitas. (kanalbali/KR7)