Konten Media Partner

Calon Mahasiswa Unud Wajib Bayar Uang Asrama, Sejumlah Orang Tua Keberatan

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presetasi mengenai rencana pembangunan asrama mahasiswa di Unud, Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Presetasi mengenai rencana pembangunan asrama mahasiswa di Unud, Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Kebijakan Rektor Universitas Udayana (Unud) yang mewajibkan membayar uang asrama bagi mahasiswa baru yang lolos melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi Negeri (SNMPTN) menuai pro dan kontra.

Dalam keputusan dengan nomor: B/34/UN14/TM.01.02/2022 tersebut pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 14 April 2022 mendatang. Biayanya beragam sesuai pilihan jenis kamar. Dari Rp. 700 ribu sampai dengan Rp. 3,5 juta per bulan.

Nilai yang harus dibayar disesuaikan dengan jenis kamar asrama yang disebgai Student Dormitory itu. Adapun rincian harga yang ditawarkan sesuai jenisnya adalah: superior Rp 700 ribu, Deluxe Rp. 1,3 juta, Previlege Rp 2,5 juta, private Rp 2,5 juta serta executive Rp. 3,5 juta.

Kebijakan ini spontan mengundang protes orang tua mahasiswa. Salah satunya adalah Setyawan, orang tua mahasiswa asal Denpasar. Menurutnya ini merupakan kebijakan yang aneh, sebab dia punya rumah sendiri di Denpasar.

embed from external kumparan

"Kenapa anak saya harus tinggal di asrama sementara saya punya rumah sendiri di Denpasar," ujarnya saat ditemui di Rektorat Unud, Selasa (12/4). Selain itu dia merasa janggal harus membayar biaya asrama, padahal asramanya sendiri belum rampung dibangun.

Kasus ini juga disoroti oleh anggota DPR RI Nyoman Parta yang mengaku dihubungi orang tua sejumlah calon mahasiswa. Mereka inginn menyampaikan sejumlah pertanyaan ke pihak Rektorat karena merasa belum pernah mendapat penjelasan.

Antara lain, dengan harga sewa asrama yang berbeda apakah tidak akan menimbulkan kesenjangan antara mahasiswa. Selain itu, sampai hari ini asrama belum dibangun, nantinya akan ditempatkan dimana para mahasiswa, dan lainn-lain.

Terkait hal itu, petugas desk khusus soal pembayaran biaya asrama mengaku tak bisa memberi keterangan. Hal itu karena kebijakan biaya asrama tersebut merupakan kebijakan pimpinan kampus.

Dihubungi mengenai hal itu, juru bicara Unud Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, Ph.D belum bisa memberikan penjelasan. "Nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan," tegasnya melalui pesan Whatsapp. (KanalBali/ROB/RFH)