Konten Media Partner

Celukan Bawang Jadi Titik Pencarian Nanggala 402, Pelabuhan Beroperasi Normal

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali - ACH
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali - ACH

Titik pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak akan difokuskan di perairan Celukan Bawang. Pelabuhan Celukan Bawang yang berada di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, dipastikan tetap berjalan normal.

"Sejak pertama kali diberitakan bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak di Perairan Bali Utara, aktivitas di Pelabuhan Celukan Bawang memang tetap normal seperti biasanya. Jadi tidak terganggu," kata General Manager PT. Pelabuhan Celukan Bawang, Zanuar Eka Wijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/4/2021).

Zanuar menuturkan, sejak Jumat (23/4) kemarin, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Celukan Bawang memang mengalami penurunan. Namun, ia memastikan penurunan aktifitas dan hilir mudik kapal di Celukan Bawang bukan disebabkan adanya peristiwa kapal selam KRI Nanggala 402, melainkan karena bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

"Intinya masih normal, karena memang saat ini masih beterpatan dengan hari raya Kuningan, maka memang kegiatannya sedikit, Setalah libur Kuningan aktivitas akan normal kembali. Biasanya bisa sampai 20 kapal salam satu bulan yang beroperasi," kata dia.

Zanuar juga menyampaikan harapan agar proses pencairan kapal selam KRI Nanggala 402 bisa segera ditemukan. Apalagi nanti kapal ditemukan dan diputuskan akan di evakuasi ke Pelabuhan Celukan Bawang, pihaknya tentu mengaku siap.

"Kalau kita di Pelabuhan, keputusannya harus berkoordinasi dengan otoritas, nanti kita akan mengikuti saran dari sana terkait prosedur dan lainnaya. Kalau memang harus di evakuasi di celukan Bawang tentu kami siap," tuturnya.

Sementara itu, pantauan Kanalbali di Pelabuhan Celukan Bawang per Sabtu (24/4) belum menunjukkan aktivitas yang berbeda jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Petugas dari Polres Buleleng, Basarnas, hingga BPBD Kabupaten Buleleng terlihat bersiaga di lokasi meski proses pencairan yang dilakukan oleh TNI tak terlihat dari Pelabuhan Celukan Bawang.

Selain itu, jumlah kapal yang disiagakan oleh petugas juga masih sama dengan hari sebelumnya yakni berjumlah 4 kapal. Dua kapal milik Polairud berjenis speed boat, dan dua jenis Rubber Boat milik Basarnas. Diluar itu, sejumlah masyarakat setempat juga masih berkunjung ke Pantai di area Pelabuhan.

"Jadi keberadaan kapal dan petugas gabungan di Celukan Bawang itu juga sama sekali tidak menganggu, jadi kegiatan logistik tetap berjalan karana itu juga kepentingan umum," tutur Zanuar. (Kanalbali/ACH)