Cuaca Ekstrem, Proyek Keretakan Tebing Uluwatu Diperpanjang hingga Januari 2025
·waktu baca 2 menit

Badung, kanalbali.com – Proyek penanganan tebing tebing retak di Pura Luhur Uluwatu, Badung, Bali awalnya ditargetkan selesai pada 31 Desember 2024. Namun kondisi cuaca ekstrem membuat proyek ini harus diperpanjang hingga pertengahan Januari 2025.
“Sekarang sudah di Minggu ke-22 dan posisinya ada di 70 persen. Ini karena terkendala cuaca ekstrem menyebabkan beberapa keterlambatan,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra, usai menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Penanganan Tebing Retak di Pura Uluwatu, Bali di Kantor Perbekel Desa Pecatu, pada Selasa 24 Desember 2024.
Agar tidak molor terlalu lama, pihaknya berusaha melakukan percepatan dalam metode pelaksanaan misalnya dengan penambahan alat berat, penambahan pengiriman batu border dan tetrapod.
“Intinya metode itu tidak mengurangi hasil dari perencanaan dengan berat jenis batu yang sama,” tegasnya.
Dia mengatakan, saat ini pengerjaan penanganan keretakan tebing Pura Uluwatu dilakukan secara paralel atau bersamaan. Dimana secara keseluruhan terdapat empat kegiatan yang dilakukan.
Yakni, pengerjaan jalan inspeksi yang sudah hampir selesai bersamaan dengan pembangunan revitment penahan gelombang untuk pengamanan pantai.
“Syukurnya, revitment tetap kokoh meskipun ada gelobang besar,” katanya. Revitment ini nantianya akan dipasangai tetrapod sebagai lapisan pertahanan.
Pekerjaan lain adalah penanganan keretakan tebing dimana dilakukan pengecoran dengan bahan khusus.
Tegaskan Komitmen Tidak untuk Pariwisata
Sementara itu dalam Konsultasi Publik AMDAL Penanganan Tebing Retak di Pura Uluwatu di Kantor Perbekel Desa Pecatu mencuat kembali keinginan masyarakat untuk mempertegas keberadaan jalan inspeksi bukan untuk kepentingan pariwisata.
Hal itu harus dicantumkan dalam dokumen resmi sehingga dapat menjadi pegangan bagi generasi mendatang.
Menanggapi hal tersebut, AA Rama Putra menanggapi posisitf. Bahkan di awal perencanaan proyek ini, dia telah berkomitmen dengan pengempon Pura dan pihak-pihak lain yang memiliki kaitan dengan pengelolaan Pura.
Pengempon (Pelindung) Pura Uluwatu yang juga Penglingsir Puri Jrokuta Turah Joko yang hadir dalam kegiatan itu membenarkan komitmen tersebut.
“Nanti pintu masuk ke jalan inspeksi akan dibuat kokoh dan sulit dilewati. Kuncinya saya sendiri yang pegang,” tegasnya.
Sesuai kesepakatan awal, jalan itu hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pemeliharaan tebing dan upacara keagaaman.
Penanganan keretakan sendiri dilakukan karena Pura Uluwatu merupakan Pura Sad Kahyangan yang bernilai spiritual dan histori sangat tinggi bagi umat Hindu Bali. (kanalbali/RFH)
