Konten Media Partner

Diduga Akibat Kerusakan Hutan, 2 Danau di Buleleng, Bali, Alami Penyusutan Air

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemantauan kondisi danau di Buleleng, Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Pemantauan kondisi danau di Buleleng, Bali - IST

BULELENG- Danau Tamblingan di Desa Munduk dan Danau Buyan di Desa Pancasari, Buleleng, Bali, mengalami penyusutan air yang diduga disebabkan oleh kerusakan kawasan hutan.

"Penurunan air sudah terjadi sejak dua tahun lalu," kata Ketua Bendega Adat Dalem Tamblingan, Kadek Andi Ristawan saat dihubungi Selasa (29/6). Ia mengatakan, penurunan air sekitar 4 meter bila dibandingkan 2 tahun lalu.

Hal itu terjadi, karena kerusakan hutan di Catur Desa Dalem Tamblingan. Hutan di Catur Desa itu meliputi Desa Munduk, Desa Gobleg, Desa Gesing yang berada di Kecamatan Banjar, dan Desa Umejero di Kecamatan Busungbiu.

"Sebenarnya, kalau airnya surut ini tergantung kemarau dan musim hujan. Tapi, sekarang biarpun musim hujan airnya tetap surut. Hujan-hujan tetap dia tidak mau pasang, paling-paling diam di sana. Kalau, musim kemarau cepat sekali dia surut bisa-bisa satu meter surutnya," ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Melanderat, menerangkan untuk ke dua danau itu sebenarnya adalah ranah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Namun, secara umum pihaknya sudah mulai melaksanakan monitoring dan evaluasi di dua danau tersebut.

Pemantauan kondisi danau di Buleleng, Bali - IST

Ia menyebutkan, pada tahun 2020 terjadi kemarau berkepanjangan sehingga sangat mempengaruhi stok air untuk menyuplai air ke danau yang ada di dua tempat tersebut. Kemudian, ada kejadian longsor dan lainnya yang memungkinkan terjadinya peningkatan endapan di dalam danau. Sehingga ini, juga mempengaruhi volume dari dua air danau tersebut.

Ia juga menerangkan, dampak penurunan air di dua danau tersebut adalah daerah hilir yang memanfaatkan Danau Tamblingan dan Danau Buyan ini terancam mengalami krisis air.

Sementara Agus Budi Santosa selaku Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali, menyampaikan tidak ada deforestasi atau penebangan hutan di kawasan sekitar danau Buyan dan Danau Tamblingan.

"Pertama surutnya air, data statistik tidak bicara seperti itu. Kedua, tentang adanya deforestasi pembalakan liar masif itu lagi-lagi data statistik citra satelit tidak bicara seperti itu," ujarnya.

Ia menegaskan, kalau deforestasi atau penebangan hutan tentu tidak ada di kawasan tersebut dan hal itu berdasarkan citra satelit.

"Berdasarkan citra satelit kawasan Danau Buyan danau Tamblingan tidak menunjukkan pengurangan tutupan lahan. Tidak ada deforestasi, tidak ada perubahan peruntukan lahan. Itu yang bisa dikonfirmasi dari BKSDA," ujarnya. (kanalbali/KAD)