News
·
28 Juni 2021 11:31
·
waktu baca 2 menit

Diduga Minta Cerai, Seorang Istri di Badung, Bali, Dibacok Suami

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Diduga Minta Cerai, Seorang Istri di Badung, Bali, Dibacok Suami (143962)
searchPerbesar
lustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
BADUNG - Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Badung, Bali. Seorang pria berinisial PPN (31) tega membacok istri sirinya berinisial M (50) dengan golok hingga mengalami luka parah dan kritis.
ADVERTISEMENT
"Aksi kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri terjadi di Mengwitani, pada Sabtu (26/6)," ungkap Kasubag Humas Polres Badung, Iptu I Ketut Gede Oka Bawa saat dikonfirmasi Senin (28/06/21).
Peristiwa penganiayaan itu berawal saat korban Mirsa datang ke TKP sekitar pukul 15.00 WITA. Pasangan suami istri itu kemudian terlibat pertengkaran. Para tetangga sekitar tidak menghiraukan peristiwa itu, lantaran dianggap hal yang wajar.
Diduga Minta Cerai, Seorang Istri di Badung, Bali, Dibacok Suami (143963)
searchPerbesar
Namun lama-kelamaan perseteruan pasutri itu itu semakin menjadi-jadi. Salah seorang saksi, Asih (39) yang merupakan tetangga, mendengar adanya suara perempuan meminta tolong, selanjutnya ia langsung menuju kamar dan membuka pintu kosnya melihat korban sudah bersimbah darah serta ada luka di pipi dan pelipis korban.
"Saksi langsung menghubungi pecalang desa setempat selanjutnya pecalang menghubungi Polsek Mengwi," ungkapnya. Mendapat laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Mengwi langsung datang dan melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga langsung mengamankan pelaku dan barang bukti.
ADVERTISEMENT
Iptu Oka Bawa menjelaskan dalam melakukan aksi penganiayaan itu, pelaku melukai bagian tubuh seperti kepala, pelipis, pipi, lengan dan bagian tubuh lain korban dengan menggunakan sebilah golok.
Sang istri pun langsung dilarikan ke RS Mangusada Kapal, karena mengalami banyak luka sayat di sejumlah tubuhnya akibat dibacok parang.
Dugaan sementara motif prahara rumah tangga pasutri beda usia yang berujung pembacokan itu, bermula dari keduanya sepakat untuk mengakhiri status nikah siri dan ingin pisah. "Korban ingin menyudahi hubungan kawin siri," tandasnya. (Kanalbali/WIB)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020