Konten Media Partner

Dongeng Rempah Bali Diangkat di Film ‘Petualangan Taru dan Pramana’

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Film 'Petualangan Taru dan Pramana' - Dok. IST
zoom-in-whitePerbesar
Film 'Petualangan Taru dan Pramana' - Dok. IST

DENPASAR Kisah tentang rempah-rempah di Bali diangkat dalam karya film dokudrama ‘Petualangan Tara dan Pramana’ oleh sutradara Agung Bawantara.

“Kisah ini merupakan modifikasi dari kisah yang terbabar dalam lontar pengobatan “Taru Pramana” yang sangat terkenal di Bali,” kata Bawantara, Selasa (21/12/2021).

Film berdurasi 24 menit dengan target penonton anak-anak ini merupakan satu dari sembilan karya dalam serial “Dongeng Rempah” Produksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI yang ditayangkan di kanal indonesiana.tv

embed from external kumparan

Melibatkan kru dan pemeran lokal, film ini mengisahkan petualangan dua sahabat Tara dan Pramana di tepi Hutan Bali Utara untuk meneliti rempah dan tersesat akibat cuaca buruk. Dalam usahanya menemukan jalan pulang, keduanya mengalami kecelakaan hingga Tara membentur pokok pohon.

Film 'Petualangan Taru dan Pramana' - Dok. IST

Akibat benturan pada kepalanya itulah tiba-tiba Tara bisa berkomunikasi dengan pohon. Dari sebuah pohon besar di hutan itu mereka kemudian memperoleh cerita tentang riwayat tanaman rempah di sekitar hutan tersebut termasuk khasiatnya masing-masing.

“Kekayaan rempah Nusantara tercatat telah menyebabkan negara-negara Eropa menjadi makmur karena menguasai perdagangan rempah dunia yang mereka ambil secara murah dari Bumi Nusantara,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Denpasar Sagung Antari Jaya Negara usai pemutaran secara terbatas di Ruang Audio Visual, Gedung Dharma Negara Alaya.

Menurut dia, film menggambarkan dengan sangat baik bagaimana negara kita sangat kaya dengan rempah dan keunggulannya masih terasa hingga hari ini. “Sebagai generasi yang hidup di era modern ini, kita wajib menggali kembali keunggulan potensi rempah kita, khususnya yang ada di Kota Denpasar,” ujarnya. (kanalbali/RLS)