Duka Nyoman Puja Kehilangan Putri Kecilnya pada Gempa di Bali Hari Ini

Konten Media Partner
16 Oktober 2021 15:29
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Duka Nyoman Puja Kehilangan Putri Kecilnya pada Gempa di Bali Hari Ini (80935)
zoom-in-whitePerbesar
Nyoman Puja yang kehilangan putrinya dalam gempa hari ini di Bali - IST
Raut wajah Nyoman Puja tak menyembunyikan duka mendalam yang harus ditanggungnya, Sabtu (16/10/2021) hari ini. Warga Banjar Jatituhu, Desa Ban, Karangasem, Bali, ini harus kehilangan putri kecilnya yang baru berusia 3 tahun.
ADVERTISEMENT
Putri yang dinamainya I Luh Meryani (3) ini kehilangan nyawanya karena tertimpa reruntuhan bangunan berupa atap dan batako setelah gempa terjadi. "Guncangan gempa yang terjadi sangat keras, saya tidak sempat untuk menyelamatkan seluruh anak keluar bangunan,' katanya.
“Begitu ada guncangan gempa, rumah saya langsung roboh dan menimpa kami sekeluarga. Saya berusaha menyelamatkan istri anak dan anak saya dari runtuhan bangunan," sebutnya.
" Tapi sayang anak saya paling kecil meninggal dunia sebelum sempat saya keluarkan dari runtuhan,” kenangnya.
Setelah berhasil mengeluarkan korban dari reruntuhan, korban langsung dilarikan ke RSUD Karangasem, bersama anaknya yang lain yang terluka.
Duka Nyoman Puja Kehilangan Putri Kecilnya pada Gempa di Bali Hari Ini (80936)
zoom-in-whitePerbesar
Kadus Jatituhu, I Nyoman Sumera, menunjukkan rumah yang hancur karena gempa- IST
Selain korban yang meninggal, gempa di Karangasem juga menghancurkan ratusan rumah milik warga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, dan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Namun kerusakan terparah teradi di empat banjar di Desa Ban, yakni di Banjar Bunga, Banjar Cegi, Banjar Temakung dan Banjar Jatituhu.
ADVERTISEMENT
Rata-rata kondisi bangunan yang terkena dapak guncangan gempa mengalami rusak parah dan tidak bisa ditempati. Kadus Jatituhu, I Nyoman Sumera, mengatakan jika ada sebanyak 90 rumah warganya yang hancur akibat gempa.
“Jumlah itu termasuk kerusakan berat dan sedang, sedangkan yang rusak berat itu setelah kami data sebayak 60 rumah, termasuk yang rata dengan tanah sehingga mengakibatkan satu orang korban meninggal,” ungkapnya.
Melihat banyaknya rumah warganya yang hancur, Sumera berharap kepada pemerintah agar segera membantu warganya. Dikatakannya yang paling dibutuhkan warganya saat ini adalah terpal untuk membuat rumah tinggal sementara.
Sekaligus, sebagai tempat mengungsi, selain itu yang dibutuhkan adalah air dan bahan makanan, termasuk obat-obatan, mengingat sebagain besar warganya mengalami luka-luka akibat terkena runtuhan bangunan. (kanalbali/KR10)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020