Konten Media Partner

Foto: Melihat Buruh Angkut Belanjaan di Bali yang Bertahan Meski Pandemi

Kanal Baliverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketut Sumerni, salah-satu tukang suun di pasar Kumbasari, Denpasar - Zul
zoom-in-whitePerbesar
Ketut Sumerni, salah-satu tukang suun di pasar Kumbasari, Denpasar - Zul

Bali adalah pulau surga. Sayang, sebagian warganya kurang beruntung dan tak bisa ikut menikmatinya walau secuil saja. Salah-satunya adalah mereka, para tukang suwun (buruh angkut belanjaan-red) di pasar-pasar.

Seperti di Pasar Kumbasari, Denpasar, yang tetap ramai di masa pandemi corona. Kaum perempuan pencari nafkah keluarga itu bertahan mengais rezeki.

Suasana pasar tetap ramai di tengah pandemi corona- zul

Hampir semua di pasar itu, pengunjung, penjual dan tukang suwun pasar telah memakai masker. Tapi mereka tidak mungkin menjaga jarak.

Tukang suwun adalah para ibu yang mencari nafkah unuk kleuarga- zul

Ni Ketut Sumerni (43) misalnya, masih bekerja seperti biasa di Pasar Kumbasari tiap sore mulai jam 15.00 wita hingga 20.00 wita. Ia bekerja tukang suwun (tukang angkat barang) untuk dapat menghidupi tiga anaknya.

Di masa pandemi corona, tukang suun haru tetap bekerja keras- Zul

Biasanya ia dibayar untuk angkut barang dagangan dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Saat pandemi virus COVID-19 pun ia masih bekerja seperti biasa, walaupun ada ketakutan dalam bekerja. "Sekarang kalau kerja harus waspada. Harus sering bersih bersih saja, sering cuci tangan dan cuci tangan," katanya.

(kanalbali/ZTE)

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!