Foto: Melihat Buruh Angkut Belanjaan di Bali yang Bertahan Meski Pandemi

Bali adalah pulau surga. Sayang, sebagian warganya kurang beruntung dan tak bisa ikut menikmatinya walau secuil saja. Salah-satunya adalah mereka, para tukang suwun (buruh angkut belanjaan-red) di pasar-pasar.
Seperti di Pasar Kumbasari, Denpasar, yang tetap ramai di masa pandemi corona. Kaum perempuan pencari nafkah keluarga itu bertahan mengais rezeki.
Hampir semua di pasar itu, pengunjung, penjual dan tukang suwun pasar telah memakai masker. Tapi mereka tidak mungkin menjaga jarak.
Ni Ketut Sumerni (43) misalnya, masih bekerja seperti biasa di Pasar Kumbasari tiap sore mulai jam 15.00 wita hingga 20.00 wita. Ia bekerja tukang suwun (tukang angkat barang) untuk dapat menghidupi tiga anaknya.
Biasanya ia dibayar untuk angkut barang dagangan dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Saat pandemi virus COVID-19 pun ia masih bekerja seperti biasa, walaupun ada ketakutan dalam bekerja. "Sekarang kalau kerja harus waspada. Harus sering bersih bersih saja, sering cuci tangan dan cuci tangan," katanya.
(kanalbali/ZTE)
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
