Geger Kasus Perempuan Diculik di Bali Diduga Hanya Rekayasa
·waktu baca 2 menit

TABANAN, kanalbali.com - Warga Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan sempat digegerkan oleh pengakuan seorang gadis berinisial DAT (19) yang mengaku diculik dan nyaris diperkosa. Penyelidikan polisi mengungkap, cerita itu direkayasa oleh DAT sendiri
"Itu rekayasa dia. Untuk saat ini yang bersangkutan tidak kita tahan, kita masih melihat secara psikologis kejiwaannya. Kita dalami saja motivasinya," kata Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra saat dihubungi Rabu (4/5) sore.
Dari pengakuan DAT bahwa dirinya merekayasa kisah penculikan karena takut kepada suaminya dan keluarganya karena saat itu DAT pulang pagi sekitar pukul 03:00 WITA. "DAT diketahui sudah memiliki suami, namun soal adanya perselingkungan itu masih kita dalami," katanya.
Mengenai keberadaan para pelaku, menurut Kapolres, juga rupanya fiktif dan hanya dibuat-buat oleh DAT. Pihak kepolisian juga sempat mengamankan GA (23) yang dilaporkan oleh DAT karena dituduh pelaku. Namun, saat diinterogasi rupanya hal itu juga rekayasa DAT dan GA yang rupanya adalah teman kerja suami DAT memiliki alibi yang kuat.
"Jadi, dari awal dia sudah berubah-ubah karena merangkai cerita. Awalnya dia bilang tidak hanya satu orang, semalam kita dalami lagi karena ada kejanggalan-kejanggalan kok bisa tiga orang, lalu dia bilang cuma satu orang," ungkapnya.
"DAT awalnya bersikeras bukan GA yang ini ketika kita konfirmasi, tapi yang lain katanya. Maka kita sudah mulai curiga ternyata memang betul dia bohong," jelasnya.
Kendati DAT merekayasa kejadian penculikan pihak kepolisian tetap melakukan proses untuk mencari kebenaran cerita karena DAT keterangannya sering berubah-ubah.
Ia juga menegaskan, bahwa DAT tidak mengalami gangguan jiwa hanya saja perlu pendekatan psikologis karena DAT dari keluarga broken home dan selama ini dirawat oleh kakek tirinya.
Seperti yang diberitakan, seorang perempuan berinisial DAT (19) asal Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mengaku diculik dan dipukuli oleh tiga orang laki-laki. Ia juga mengaku nyaris diperkosa namun terus melakukan perlawanan. (kanalbali/KAD)
