Konten Media Partner

Gubernur Bali Sebut Masih Sulit Atur Usaha Jasa Pariwisata Digital

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bali Wayan Koster - ISt
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali Wayan Koster - ISt

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sekarang ini berkembang banyak usaha jasa pariwisata secara digital. Para pemainnya susah dikontrol dan nilai ekonomi yang didapat Bali kurang optimal.

"Kita susah mengontrolnya. Kita lose (kehilangan -red) banyak sekali. Hiruk-pikuk pariwisata kita di Bali yang kelihatannya sangat mewah itu nilai ekonominya kecil buat Bali," ujarnya saat pembahasan Raperda di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (15/11).

Ia menyatakan, harus ada satu regulasi agar ruang digital memberikan manfaat yang optimal terutama para petani, nelayan, pengerajin.

"Agar ada link langsung antara pelaku pariwisata secara digital dengan kehidupan masyarakat kita di Bali. Sehingga, pariwisata tidak lari sendiri, tidak berjalan sendiri, " tegasnya.

"Itulah sebabnya, kita sekarang memperkuat Perda penyelengaraan pariwisata ini. Sekaligus tata kelola pariwisatanya dari hulu sampai hilir dan juga memanfaatkan teknologi digital ini,^ tegasnya.

Ia melihat adanya suatu peluang baru karena adanya kemajuan teknologi digital. Namun, kalau hal tersebut tidak diatur dan dikelola maka akan potensi kehilangan pendapatan daerah. (Kanalbali/KAD)