Konten Media Partner

Hotel Serap Produk Lokal, Petani Harus Tekan Penggunaan Bahan Kimia

Kanal Baliverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hasil pertanian Bali masih perlu peningkatan kualitas sebelum layak masuk ke hotel (kanalbali/LSU)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil pertanian Bali masih perlu peningkatan kualitas sebelum layak masuk ke hotel (kanalbali/LSU)

DENPASAR, kanalbali.com - Pergub No 99 Tahun 2019 tentang Pemanfaatan dan Pemasaran Produk lokal menjadi peluang besar bangkitnya pertanian Bali.Tapi petani pun harus meningkatkan kualitas produknya, salah-satunya dengan menekan penggunaan bahan kimia. Hal itu terungkap dalam sosialisasi Perda, Jum’at (18/1) di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Bali. Acara dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas dan Kepala Bidang Pertanian baik ditingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kecamatan. Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Wisnu Ardana menyampaikan bahwa perlu adanya sinergi bersama. Antara pihak pemerintah, petani, akademisi dan stake holder lainya agar dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan minim bahan kimia. Selain itu, Wisnu juga menyampaikan bahwa seluruh Kabupaten di Bali memiliki produk unggulanya masing-masing. Namun, petani masih terkendala dalam hal pemasaran. Sehingga dirancanglah Peraturan Gubernur No 99 Tahun 2019 yang bertujuan mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk local daerah Bali. “Dulu yang menjadi permasalahan antar petani dan pihak hotel maupun swalayan adalah terkait dengan kualitas dan kontiniuitas produk. Tapi sekarang sudah bukan saatnya untuk membahas tentang kontiniuitas produk local, disini pihak hotel dan swalayan yang harus menyesuaikan dengan produk musiman yang dihasilkan petani. Sehingga tidak ada lagi yang namanya kerugian saat panen raya tiba”, tegasnya. Salah-satu isu penting dalam hal kualitas adalah penggunaan pupuk kimia. Sebab, kalangan hotel kian peduli dengan bahan makanan organic. Salah satunya, Perwakilan Kepala Dinas kabupaten Bangli menyampaikan bahwa Bangli banyak memiliki potensi dalam bidang pertanian. Diantaranya komoditas kopi, jeruk, bawang merah dan cabai besar. Untuk komoditas jeruk, kabupaten Bangli memiliki lahan seluas 5000 Ha dan bawang merah seluas 2000 Ha. Khusus komoditas bawang merah, sebagian besar didistribusikan ke Jawa Tengah, Purworejo, dan Malang. Hingga komoditas bawang merah memperoleh pendapatan sebesar 143 Miliar pertahunnya. Hanya saja Dinas Pertanian Kabupaten Bangli masih mengeluhkan belum maksimalnya edukasi terhadap para petani, sehingga petani banyak yang menggunakan pestisida dalam melakukan proses budidaya. Sementara itu, untuk menyampaikan bahwa untuk memperkenalkan produk unggulan daerah Bali, akan dilakukan Festival Tematik. “Nantinya dalam festival ini, aka ada pameran produk unggulan pertanian dimasing-masing daerah dan ajang untuk mempertemukan petani dengan pembeli”, katanya.

Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana, dan adanya sinergi antar semua pihak. Maka Pergub ini akan memberikan kesejahteraan pada para petani, nelayan dan pelaku penggiat industri di Bali. (kanalbali/LSU)