Konten Media Partner

Ibadah Waisak di Vihara Budha Sakyamuni Denpasar Tayangkan Siaran Langsung

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vihara Buddha Sakyamuni, Jl Gunung Agung, Denpasar , Bali - WIB
zoom-in-whitePerbesar
Vihara Buddha Sakyamuni, Jl Gunung Agung, Denpasar , Bali - WIB

DENPASAR - Pelaksanaan ibadah hari raya Waisak 221 di Vihara Buddha Sakyamuni, Jl Gunung Agung, Denpasar akan dilakukan secara daring atau live streaming pada Rabu (26/05/21) melalui kanal YouTube.

Dari pantauan, suasana di vihara ini nampak lenggang. Hanya beberapa umat Buddha datang untuk melakukan persembahyangan. "Ibadahnya secara resmi akan di lakukan nanti sore," ungkap Made Subawa, salah satu petugas penjaga.

Ibadah live streaming itu, kata dia dilakukan untuk pembatasan demi mencegah menyebarnya COVID-19. Mementara itu, umat Budha yang mengunjungi vihara hari ini dibatasi.

video youtube embed

Hari Raya Waisak disebut juga sebagai Trisuci Waisak karena menggambarkan tiga peristiwa penting bagi umat Buddha. Ketiga peristiwa itu terjadi di bulan purnama pada bulan Mei, meski sesekali bisa jatuh pada akhir April atau awal Juni.

Peristiwa pertama adalah lahirnya Pangeran Siddhartha Gautama pada tahun 623 SM di Taman Lumbini. Siddharta Gautama kini lebih dikenal sebagai Buddha Gautama, pendiri ajaran Buddha.

Peristiwa selanjutnya yakni diangkatnya Pangeran Siddhartha menjadi Buddha Gautama. Di umur 29 tahun pangeran Siddharta pergi menuju hutan mencari kebebasan dari empat peristiwa yakni lahir, tua, sakit dan mati. Tepat pada saat bulan Purnama Siddhi di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun mencapai Pencerahan Sempurna.

Peristiwa penting ketiga adalah kematian Buddha Gautama pada usia 80 tahun, tepatnya pada 543 SM. Buddha Gautama wafat di Kusinara, yang kini disebut sebagai Kushinagar, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Umumnya umat Buddha merayakan hari Trisuci Waisak ini dengan pergi ke Vihara melakukan puja-bhakti dengan tujuan merefleksikan kembali ajaran sang Buddha. (Kanalbali/WIB)