Ini Dia Penampilan Tari India di Pesta Kesenian Bali
DENPASAR, kanalbali.com -- ‘Kincring-kincring’ suara gelang kaki para penari semakin kencang kala mereka berlari. Mereka tampak terburu-buru memasuki gedung Ksirarnawa, ada apa?

FOTO : Istimewa
Tak hanya gelang kaki, busana khas India yang membalut para penari membuat khalayak yang memenuhi Ksirarnawa terpikat. Euforia budaya India di Indonesia membikin Swami Vivekananda Cultural Center (SVCC) semakin getol untuk menjalin persahabatan melalui kebudayaan India.
Sehingga Bali pun tak luput sebagai daerah guna pertukaran budaya ini. “Membangun persahabatan melalui pertukaran budaya India adalah cita-cita kami,” terang Manohar Puri, Minggu, 24 Juni 2018 malam.
Direktur SVCC dengan senyuman mengembangnya ini pun menuturkan keberadaan SVCC khususnya di Bali tak lepas dari hubungan persabatan India dengan Indonesia. Sehingga melakukan akulturasi antara tradisi India dengan Indonesia khususnya Bali adalah jalan yang tepat untuk menguatkan persahabatan.
Berkesempatan tampil pada Pesta Kesenian Bali ke-40 adalah momen yang paling dinantikan SVCC Bali. Dalam kesempatan ini, setidaknya ada empat garapan yang melibatkan 40 siswa SVCC. Keempat garapan spesial itu bertajuk Ganesh Vandana, Tarana, Shiva Ballet, Kathak & Balinese Dance Fusion. Garapan tersebut merupakan hasil akulturasi antara tarian khas India dengan Bali yang dibina langsung oleh guru tari dari India Mrs. Preeti Sinha dan dua pembina tari dari Bali yakni Cintya dan Ratih.
Puncak garapan ini terletak pada sebuah kisah Dewa Siwa yang menemukan kembali jati diri istri dan anaknya. Meriahnya garapan ini berpadu dengan riuh rendah tepuk tangan penonton yang memadati gedung Ksirarnawa, bahkan kepadatan ini mengharuskan beberapa penonton untuk rela duduk lesehan didekat tangga pada kursi-kursi merah yang empuk.
Sebagai wadah pertukaran budaya, SVCC telah memperluas jangkauan ilmunya untuk para siswa-siswinya. Telah ada di Bali sejak 26 Oktober 2005 kegiatan SVCC mencakup pada kelas tari, kelas Sanskrit, Ayurveda, Yoga, dan Hindi. “Kami memaksimalkan pada semua aktivitas, namun pada garapan ini fokus kami yakni pada tari dan teatrikal ,” ungkap Preeti Sinha yang membina Tarian Kathak.
Selain aktivitas mengenal tradisi India, SVCC pun mengadakan program beasiswa dan pertukaran pelajar. Bagi muda-mudi yang tergabung dalam SVCC program tersebut sangatlah bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan baik secara ilmu keagamaan maupun kebudayaan.
Kekhasan tradisi India yang berpadu dengan tradisi Bali adalah bentuk positif akulturasi budaya. Latar belakang Bali yang menjadi daerah dengan masyarakat penganut Hindu terbesar di Indonesia membuat SVCC tersadar bahwa Bali mutlak mempertahankan tradisi Hindu yang berpadu dengan budaya lokal.
Tentunya guna membangun persahabatan yang kekal dibutuhkan sinergitas seluruh pihak. Baik India mapun Bali sama-sama saling mengerti, bahwa budaya bukanlah hal yang kaku. Budaya berhak bersatu padu dengan budaya lainnya. Sehingga budaya baru yang terlahir dapat memperkaya jiwa, rasa, dan karsa seluruh umat manusia. (kanalbali/RLS)
