kumparan
9 Januari 2019 14:26

Jadi Viral, Kabar Kapal Tenggelam di Gilimanuk Cuma Hoax

Postingan di Facebook soal kapal tenggelam di Jembrana (kanalbali/KR7)
JEMBRANA, kanalbali.com - Rekaman video amatir tentang kapal tenggelam di Selat Bali (Gilimanuk) pada Senin (7/1) pagi, seperti diposting di akun facebook (fb) Barani Benny Simanjuntak dua hari lalu dipastikan hoax alias kabar bohong. Beberapa saat setelah diposting rekaman video amatir ini menjadi viral dan dalam dua hari telah dibagikan sebanyak ribuan kali. Dalam rekaman video amatir tersebut, terlihat kepanikan sejumlah penumpang yang mengenakan pelampung keselamatan saat kapal mulai miring diterjang ombak. Terdengar jelas seorang penumpang berbicara menggunakan logat Sulawesi, menambah keyakinan bahwa kejadian tersebut bukan di Selat Bali atau di Gilimanuk, seperti yang dikabarkan oleh pemilik akun fb Barani Benny Simanjuntak. “Kita pastikan postingan rekaman video tersebut yang kejadiannya di sebutkan di Gilimanuk oleh yang memposting di fb adalah hoax atau kabar bohong,” terang Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Didik Wiratmoko, Rabu (9/1/2019). Sejak awal di posting, pihaknya telah meminta anggotanya untuk melakukan pengecekan ke Gilimanuk, terkait kebenaran kabar tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata kejadian tersebut tidak pernah terjadi di Selat Bali atau di wilayah Gilimanuk. “Diduga rekaman video kapal tenggelam tersebut terjadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kejadiannya setahun lalu, bukan baru terjadi,” tegasnya. Karena itu pihaknya meminta kepada para netizen atau masyarakat untuk penghentikan penyebaran kabar bohong tersebut. Demikian halnya pihaknya juga menghimbau kepada warga agar jangan mudah percaya dengan berita-berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai ikut-ikutan membagikan atau mengshare. Sebelum membagikan hendaknya menanyakan kepada aparat kepolisian terdekat.(kanalbali/KR7)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan