Konten Media Partner

Jelang Galungan, Pedagang Penjor di Denpasar Ketiban Untung

Kanal Baliverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Aneka Sampiyan yang  menjadi penghiaas Penjor - ACH
zoom-in-whitePerbesar
Aneka Sampiyan yang menjadi penghiaas Penjor - ACH

Menjelang Galungan yang akan tiba Rabu (19/2) besok, keramaian terlihat di sejumlah toko penyedia penjor sepanjang jalan Pasar Katrangan Denpasar. Para pembeli hilir mudik terus menerus. Sebagian datang mengambil dampiyan ( hiasan penjor), yang lain asyik menjajal satu hingga dua buah penjor yang berjejer rapi di depan toko.

Toko milik Ketut Marsini (47) sebenarnya bukan toko yang khusus menyediakan penjor. Sehari-hari ia hanya berjualan buah dan beberapa kebutuhan persembahyangan lainnya. Namun, setiap perayaan besar tiba ia mengaku selalu ikut serta menyediakan penjor demi mendapat penghasilan tambahan.

"Kebanyakan orang yang datang dan membeli penjor mengaku tidak punya banyak waktu untuk membuatnya, apalagi saat menjelang Galungan banyak sekali rangkaian upacaranya. Makanya saya memanfaatkan itu untuk berjualan," ujar Marsini sembari melayani pembeli yang datang.

Marsini sendiri menyediakan banyak jenis perlengkapan penjor, sampian, klungah, janu, bakang-bakang hingga tali tutus (tali terbuat dari batang bambu) ia sediakan di tokonya. Tentu bermodalkan janur yang ia beli dari penyuplai ia rangkai sendiri menjadi hiasan penjor yang menarik.

Tarif yang ia patok untuk masing-masing hiasan penjorpun juga beragam. Sepian penjor dan bakang-bakang misalnya, Marsini mematoknya seharga Rp. 30.000 rupiah, Klungah ia patok Rp, 5.000, Sanggah Penjor Rp 20.000 dan Rp 3.000 untuk satu tali tutus. "Tidak sama, sesuai dengan kerumitan saat membuat saja. Dan harga masing-masing toko juga tidak akan sama," jelasnya.

Gelombang pembeli menurut Marsini adalah bertahap, puncaknya terjadi pada hari ini, Selasa (18/2) atau satu hari sebelum perayaan hari Galungan."Hari ini paling puncaknya, sore ini saya sudah tutup karena harus mempersiapkan upacara Galungan juga," jelasnya.

Ditanya mengenai penghasilan yang di dapat dari berjualan penjor menjelang Galungan, ia tak menyebut secara pasti. Menurut Marsini hasil yang di dapat juga tak bisa ditebak secara pasti lantaran persaingan antara satu pedagang yang satu dan yang lain sangat ketat.

"Kalau sendiri mungkin besar (penghasilannya), kalau di pasar banyak yang jual penjor juga kan tidak tentu hasilnya, pokoknya ada peningkatan lah dibandingkan daripada hanya jual buah," jelasnya. (ACH)