Jelang HUT RI ke-77, Parade Sepeda Hias Siswa SD Ramaikan Denpasar
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, Kanalbali.com - Sebanyak 77 orang siswa tingkat SD dan SMP di Denpasar mengelilingi kota dengan sepeda hias bernuansa merah putih untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-77.
"Harapannya dengan kegiatan ini, jiwa nasionalisme dapat terus ditanamkan kepada para generasi muda sebagai akar kekuatan dari sebuah bangsa," kata Ketua Sekretariat Bersama Sepeda (Samas), Endradatta di Lapangan Puputan Badung, Sabtu, (13/8/2022).
Dalam parade masing-masing anak menghias sepeda dengan kreativitasnya sendiri, ada yang menghias sepeda menggunakan janur, kertas karton, bendera, pita, dan hiasan lain dari anyaman bambu.
Ia menuturkan parade sepeda hias ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hut Provinsi Bali Ke-64, Hut Samas Denpasar ke-13, dan Hut Smansa Denpasar. Adapun rute parade diawali dari depan kantor Walikota Denpasar, dan berakhir di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau Lapangan Puputan Badung.
"Setelah parade ini akan ada penjurian untuk mendapatkan sepeda dengan hiasan terbaik, ini juga sebagai bentuk apresiasi dari kami untuk usaha mereka," imbuhnya.
Salah satu peserta dari SDN 28 Dangin Puri, Sang Putu mengatakan sangat senang bisa ikut parade sepeda hias. Sebab ia baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, dan berharap pada tahun berikutnya akan terus diadakan.
"Sangat senang bisa ikut, apalagi baru pertama kali bisa ikut parade sepeda hias. Biasanya kami cuma lomba di sekolah menjelang 17-an," kata dia.
Siswa yang masih duduk dibangku kelas 5 SD ini menyebut proses menghias sepeda sedikit rumit, terutama saat mengisi hiasan pada bagian roda. Namun selama proses menghias sepeda, ia dan empat orang lainnya dibantu oleh guru di Sekolah.
Ni Gusti Ayu Paryanti sebagai salah satu guru yang mendampingi siswa mengatakan pihak sekolah sangat mendukung siswa mengikuti kegiatan seperti ini, karena selain mengikuti parade, siswa juga bisa menikmati keindahan kota Denpasar di pagi hari sambil bersepeda.
"Anak-anak senang bisa ikut kegiatan ini, tapi karena jumlahnya dibatasi hanya 5 orang per sekolah, jadi semoga tahun berikutnya ada lagi. Karena siswa lain juga berebut mau ikut," jelasnya (Kanalbali/LSU)
