Jelang HUT RI, Masker Nuansa Merah Putih Diburu Pembeli

Menjelang Hari Hari Kemerdekaan RI ke 75, sejumlah barang bernuansa merah putih di Denpasar, Bali banyak di buru pembeli. Selain bendera yang memang rutin diburu kalau peringatan Kemerdekaan tiba, tahun ini masker dengan motif merah putih juga banyak diburu pembeli.
"Dalam satu minggu ini sudah banyak yang beli, sebagian dari mereka yang beli mengatakan, untuk menghormati Hari Kemerdekaan," kata Ketut Mahsina, pedagang masker di Jl Cok Agung Tresna, Denpasar, saat dijumpai Kanalbali, Minggu (16/8).
Ketut menyampaikan, sejak memasuki bulan Agustus, omzet yang ia dapatkan sampai Minggu (16/8), sudah lebih dari Rp. 3 Juta rupiah. Pasalnya, hampir setiap hari ada lebih dari 20 orang datang untuk mencari masker bernuansa merah putih itu.
"Sebelum Agustus itu kan yang beli paling cuma 6 orang setiap hari, tapi sejak masuk bulan ini (Agustus) pembeli itu sudah ramai, bahkan masker dengan motif merah Putih ini harus saya sediakan sebanyak mungkin, untuk harga setiap masker, saya kasih Rp. 10 ribu," ujar pria berusia 40 tahun itu.
Selain Ketut, Desi Tri Kerti (38) juga merasakan untung besar dengan berjualan masker bernuansa merah putih. Berbeda dengan Ketut, Desi lebih memilih berjualan melalui online hasil masker yang ia produksi sendiri.
"Kebetulan saya ini kan penjual kain tenun, sejak pandemi saya sudah melakukan produksi masker, selain memang banyak dicari, produksi masker kan lumayan untuk mencari penghasilan selama masa sulit ini," ujar Desi.
Sejak bulan Agustus, Desi mengaku sudah banyak menerima orderan masker bernuansa merah putih dari banyak pihak. Terutama dari kalangan notaris, pengacara, TNI, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS)
"Yang paling banyak dari kalangan itu, soalnya mungkin mau dipakai untuk upacara atau apel. Kalau dari masyarakat masih belum banyak," ujarnya.
Terkait jumlah omzet yang ia dapat, Desi tak merinci lebih jauh. Ia hanya menegaskan penghasilan dari berjualan masker bernuansa merah putih sejak masuk bulan Agustus terbilang tinggi daripada bulan-bulan sebelumnya.
"Meraka yang beli itu kan sistem paket, jadi satu paket berapa saya kasih harga berapa. Lumayan lah kalau bicara hasil, dan proses jual belinya itu saya langsung antar ke pihak yang membeli, COD gitulah pokoknya," tuturnya. (Kanalbali/ACH)
