Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing di Kampung Jawa, Denpasar, Masih Lesu
·waktu baca 2 menit

DENPASAR - Hari raya Idul Adha tinggal 3 hari lagi. Namun, sejumlah pedagang hewan qurban di seputaran Kampung Jawa, Denpasar merasa penjualan mereka akan menurun.
Rezky Setiawan (26), salah satunya. "Tahun lalu sudah pandemi, tapi masih lumayan. Sekarang benar-benar sepi," katanya, Sabtu (17/7/2021). padahal, dia sudah mengurangi stoknya dari yang biasanya 150 ekor menjadi hanya 100 ekor saja.
Rezky menjual kambing qurban di pinggir jalan kawasan Jl Ahmad Yani Selatan, Denpasar. Kambing-kambing itu ditempatkan berjejer di dalam kandang. Beberapa diantaranya, dipisahkan dan dipilok bertuliskan nama orang yang sudah memesan, sementara lainnya dipisahkan dengan sebuah sekat kayu.
Rezky bercerita, ia sudah mulai menjual kambing qurban sejak hari Senin (11/07) lalu. "Saya akan jual sampai H-1 Idul Adha, lanjut ke hari H juga akan jual kalau masih ada," ucapnya. Kambing-kambing itu, ia datangkan langsung dari Lumajang, Jawa Timur dan wilayah Pupuan, Tabanan.
Setahun sebelumnya, saat H-4 Idul Adha masyarakat sudah mulai ramai membeli hewan qurban. "Biasanya sudah dapet 10 yang terjual dalam sehari, kalau hari ini baru 3 yang terjual," terangnya.
Sejak hari Senin lalu, dari stok 100 kambing yang ia jual, baru sekitar 20 yang laku. Soal harga, menurutny, terjadi kenaikan. "Sekarang saya jual mulai harga terkecil Rp 2, 8 juta, sebelumnya Rp 2,5 juta. Kalau kambing paling besar saya jual Rp 5,8 juta," terangnya.
Sesungguhnya ia pun sedikit was-was jika mengalami kerugian pada penjualan tahun ini. Kendati demikian, ia hanya dapat berusaha sebaik mungkin. "Saya cukup was-was kalau rugi, tapi kondisinya begini ya tidak dapat dipaksakan," tambahnya.
Jika kambing yang ia jual pun tak habis, akan dipindahkan di kandang rumahnya di RT 06, Kampung Jawa. "Saya jual dari kandang di rumah," ucapnya.
Hal yang sama pun diungkapkan oleh Ahmad Fauzi, ia mengalami penurunan penjualan tahun ini. "Tetap ada yang beli mas, tapi tidak seramai dulu," ungkapnya. Ia berharap, pandemi segera berakhir dan situasi ekonomi masyarakat cepat pulih. " Ya kita cuma berdoa saja lah, semoga cepat membaik," tambahnya.
Menteri Agama lewat Surat Edaran No SE 17 tahun 2021, telah menetapkan pelaksanaan shalat, malam takbiran dan qurban dilakukan secara terbatas, mengingat beberapa wilayah di Indonesia masih menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. H Arjiman mengemukakan pelaksanaan qurban, khsusnya di Bali hendaknya dilaksanakan di tempat penyedia qurban. "Jika tidak ada atau tidak mencukupi, boleh didepan masjid tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat," terangnya.
Selain itu, daging qurban diminta diantarkan ke rumah-rumah warga. "Panitia yang membawakan dari rumah ke rumah masyarakat, bukan masyarakat berkumpul," imbuhnya. (Kanalbali/WIB)
