Jelang KTT G20, Greenpeace Buat Pesan Kreatif di Tebing Pantai Melasti Bali
·waktu baca 2 menit

BADUNG, kanalbali.com - Menjelang pertemuan akbar G20, Greenpeace menggelar aksi damai kreatif dengan memproyeksikan pesan berbunyi “Just Energy Transition NOW” di Pantai Melasti, Bali, pada Senin petang, 14 November 2022.
Pesan ini ditujukan kepada pemimpin sejumlah negara yang sedang berkumpul di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, agar mereka mengambil komitmen yang nyata dan ambisius dalam merespons krisis iklim.
Pesan berupa slide yang ditembakkan ke dinding tebing itu dibuat dalam versi Bahasa Inggris dan Indonesia.
“Intinya, kita mendesakkan percepatan transisi energi tersebut untuk mencegah dampak krisis iklim yang sudah terlalu besar bagi lingkungan, manusia, dan kesejahteraan,” ujar Tata Mustasya, Kepala Kampanye Iklim Greenpeace Indonesia dalam rilisnya.
Sudah saatnya, sebut dia, negara-negara di dunia segera meninggalkan energi fosil dan mempercepat transisi energi untuk menghentikan krisis iklim.
BACA JUGA : Alasan Krama Bali Dukung KTT G20: Pembangunan Infrastruktur hingga Bangkitkan Pariwisata Usai Pendemi
Panel ilmiah PBB untuk perubahan iklim (IPCC) menegaskan bahwa setidaknya dunia harus menutup 80% PLTU batubara pada 2030, serta meninggalkan batubara secara total di 2040 jika tak ingin terjebak krisis iklim.
Menurutnya, perlu dipastikan agar transisi energi yang akan dilakukan baik oleh Indonesia maupun negara G20 lainnya bebas dari solusi palsu, seperti co-firing dan clean coal technology yang akan memperlambat transisi energi.
“Proses dan mekanisme peralihan ini juga harus melibatkan partisipasi publik, memegang prinsip demokrasi, serta berkeadilan. G20 harus menjadi solusi untuk akselerasi transisi energi, misalnya melalui platform pembiayaan,” kata Tata.
Jika elemen-elemen tersebut hilang, maka pengembangan energi terbarukan justru tak ada ubahnya dengan energi fosil yang selama ini dikuasai oleh segelintir elite.
Greenpeace juga mengecam beragam bentuk pembatasan dan intimidasi terhadap partisipasi publik dalam KTT G20. “Tidak ada transisi energi berkeadilan dan berkelanjutan tanpa demokrasi,” lanjutnya. (kanalbali/RLS)
