Konten Media Partner

Jelang Ritual Nyepi saat Musim Corona, Pengarakan Ogoh-ogoh Diharap Diminimalkan

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ogoh-ogoh identik dengan perayaan Nyepi yang dilombakan di tingkiat kabupaten/kota hingga di desa-desa di Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Ogoh-ogoh identik dengan perayaan Nyepi yang dilombakan di tingkiat kabupaten/kota hingga di desa-desa di Bali - IST

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat memimpin rapat terbatas bersama Tim Penanggulangan Covid-19, Senin (16/3) mengintruksikan, kegiatan parade ogoh-ogoh serangkaian menyambut Nyepi yang akan dilaksanakan oleh Pemkab pada Jumat (20/3/2020) dibatalkan.

Suwirta menyarankan agar pawai hanya diadakan di masing-masing banjar. “Tapi tetap saya sarankan pakai masker,” ungkapnya.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta (tengah) saat rapat Satgas Corona - KR7

Sementara itu pegawai khususnya staf Pemkab Klungkung dalam 14 hari terhitung mulai Senin ini hingga Senin 30/3 di rumahkan. Sedangkan untuk pejabat eselon II, III dan eselon IV tetap masuk kerja dengan tetap memperhatikan prilaku hidup bersih.

Selain meliburkan pegawai, proses belajar mengajar siswa di semua jenjang mulai TK, SD, SMP hingga SMA juga diliburkan. “Saya tidak ikut-ikutan seperti daerah lain tapi melihat perkembangan wabah Virus Corona yang dialami sebagian besar negara-negara di dunia, langkah antisipasi itu penting menurut saya,” jelas Suwirta.

Walikota Denpasar Ib Rai Mantra - IST

Sementara itu Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Mantra juga meminta agar kegiatan pengarakan Ogoh-ogoh diminimalkan dari segi keterlibatan massanya.

"Kami telah bertemu majelis, kelompok-kelompok masyarakat untuk membahas hal ini, hingga sekarang masih berada ditaraf sosialisasi, harapanya timbul kesadaran dari masyarakat,"jelasnya (15/3). "Kalau kegiatan tetap dilakukan harus ada SOP standar yang harus dicermati dan dilakukan bersama,"tegasnya. (kanalbali/KR7)