Jenazah Umbu Landu Paranggi Disemayamkan di Bali hingga Pandemi COVID-19 Mereda

BADUNG - Suasana berkabung menyelimuti prosesi Kurukudu atau peristirahatan sementara jenazah penyair Umbu Landu Paranggi (ULP) di Taman Makam Kristiani Mumbul, Nusa Dua Senin (12/04/21) siang.
Alunan lembut musik upacara kematian khas Sumba serta ritual liturgi dalam kepercayaan Kristiani mengantarkan kepergian sang Presiden Penyair Malioboro
Keluarga besar, para seniman, dan murid ULP nampak memberikan penghormatan terakhir kepada pria yang dikenal sebagai mahaguru sastra itu.
"Hari ini kita di Pemakaman Mumbul merupakan tempat peristirahatan sementara bapak Umbu, beliau masih ada di sekitar kita, dia belum mengendarai kuda putih atau merah untuk sampai nirwana," ungkap, menantu ULP, Umbu Rihimehe.
Dikarenakan di wilayah Sumba masih berada dalam situasi bencana alam, proses pemakaman di sana belum dapat dilakukan, sehingga ULP disemayamkan sementara di Bali.
Dalam kepercayaan Sumba, upacara kurukudu yakni mengantarkan ULP ke ‘ruang sunyi’ untuk beristirahat sementara, sebelum pemakaman nanti dilakukan di tanah Sumba.
"Sampai saat ini belum ada keseimbangan antara ibu pertiwi Bali dan Sumba, jika sudah ada keseimbangan kami ingin bawa ayah kami untuk ke Sumba," tambahnya.
Istri Gubernur Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster nampak pula menghadiri prosesi itu. Ia juga merupakan salah satu murid dari Landu Paranggi. Wanita itu memberikan penghormatan terakhirnya kepada sang guru menuju kesunyian abadi.
"Saya tidak bersedih, hanya saya merasa kehilangan secara fisik, tapi saya bahagia, dia mendapat tempat terbaik di sisi tuhan, mari kita petik apa yang sudah beliau berikan kepada kita, tidak hanya bersastra tetapi juga tentang pelajaran kehidupan, hal-hal baik dari hidup beliau serta apa saja yang sudah diberikan bapak Umbu kita petik jadi pedoman kita ke depan selagi masih ada waktu untuk kita," ucapnya.
Putri Koster juga memberikan kenang-kenangan terakhir kepada mendiang ULP. Ia memberikan sebuah cincin batu dan kain tenun untuk mengantar kepergian sang guru.
Seperti yang telah diberitakan, penyair senior legendaris Umbu Landu Paranggi meninggal dunia pada Selasa (6/4/2021) dini hari di RS Bali Mandhara, Denpasar, Bali. Sebelumnya ia sempat dirawat selama 3 hari di rumah sakit itu. (Kanalbali/WIB)
