Kadis Pariwisata: Penghentian Work From Bali Tergantung Kebijakan Kementerian

Konten Media Partner
22 Juni 2021 13:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi : Kedatangan wisatawan domestik di Bandara Ngurah Rai, Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Kedatangan wisatawan domestik di Bandara Ngurah Rai, Bali - IST
ADVERTISEMENT
DENPASAR - Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa menyebut, meski Work From Bali (WFB) menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus COVID-19 di wilayah itu, program ini dikatakan akan tetap berjalan.
ADVERTISEMENT
"Tergantung kebijakan dari kementerian yang menyelenggarakan Work From Bali, Bali tetap akan menerima dengan protokol kesehatan yang sudah dimiliki," ujarnya Selasa (22/06/21).
Ia menekankan, dengan melonjaknya kasus COVID-19 beberapa hari terakhir, SOP mengenai pemberlakuan protokol kesehatan harus semakin ditegakkan dan diperketat. "Diharapkan, petugas di pintu-pintu masuk agar lebih ketat melakukan pengecekan terhadap para penumpang," tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa - IST
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa - IST
Sebelumnya, pihak Satgas COVID-19 mengemukakan faktor penyebab naiknya transmisi penyebaran virus corona di Bali disebabkan oleh Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), serta transmisi lokal akibat gelaran upacara adat.
"Kita ketahui ada kebijakan nasional, Work From Bali (WFB) yang mengarahkan seluruh kementerian, lembaga dan BUMN, melakukan aktivitas di Bali. Maka konsekuensi logisnya adalah sangat amat mungkin kasus positif ditemukan di Bali," ujar Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, I Made Rentin.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, kata dia Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali masih fokus memaksimalkan capaian vaksinasi yang menyasar 70 persen penduduk Bali atau sekitar 3 juta jiwa, dan menerapkan Testing, Tracing dan Treatment (3T). "Mudah-mudahan dalam tiga, empat minggu ke depan kasus bisa ditekan, melandai, walaupun tidak menurun signifikan," ungkap Rentin.
Peningkatan kasus Covid-19 di Bali mulai terasa sejak Kamis (17/6) lalu. Berdasarkan data dari Satgas COVID- 19 Provinsi Bali, saat itu tercatat penambahan kasus positif sebanyak 67 orang.
Angka itu kembali meningkat pada Jumat (18/6), dengan 95 kasus positif COVID-19, sementara Sabtu (19/6), tercatat 155 kasus dan Minggu (20/6) sebanyak 106 kasus.
Data terakhir, Senin (21/6/2021) mencatat penambahan sebanyak 91 kasus. Sehingga, tercatat 48.436 kasus positif COVID-19 dari awal pandemi hingga Senin kemarin dengan rincian sebanyak 46.166 orang (95,31 persen) sembuh, 1.536 orang (3,17 persen) meninggal, dan kasus aktif 734 orang (1,52 persen). (Kanalbali/WIB)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020