Kampanye Diet Kantong Plastik, Aktivis Buka Donasi Tas Belanja

POSTER kampanye donasi tas belanja untuk diet kantong plastik yang disebarkan Komunitas Peduli Sampah (IST)
DENPASAR, kanalbali.com --Kalangan aktivis peduli masalah sampah di Bali meluncurkan kegiatan kampanye diet kantong plastik untuk menekan volume sampah plastik.
"Ini masalah yang sudah akut. Apalagi seteah ada sorotan terhadap kondisi laut di Bali," kata Surya Anaya, dari Komunitas Peduli Sampah (KPS) Bali, Rabu, 21 Maret 2018. Kegiatatan bertajuk #Gara-gara Sampah ini juga untuk memperingati Hari Sampah Nasional.
Penggunaan plastik kini telah menjadi gaya hidup manusia modern dikarenakan plastik murah, ringan dan tidak mudah pecah. Mengutip data, Anaya menyebut, dalam tiap menit, Indonesia menggunakan kantong plastik lebih 1 juta. "Dalam hitungan menit pula kantong plastik sudah berada di bak sampah atau bahkan beterbangan jatuh di sungai, hingga laut," ujarnya.
Tahun 2016 pemerintah mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar. Hasil evaluasi di tahun 2017 atas kebijakan ini cukup dianggap signifikan hampir 50% penurunan penggunaan plastik.
Sayangnya, kondisi ini ternyata belum menjawab perubahan sampah yang beredar di laut atau pantai-pantai di Indonesia. Di Bali sampai saat ini menghasilkan sampah kurang lebih 10 ribu meter kubik setiap hari dimana jumlah sampah plastik adalah 11% dari jumlah seluruhnya.
Adapun kampanye diawali dengan dibukanya donasi tas belanja pada 21-24 Maret dimana masyarakat memberikan sumbangan kantong atau tas yang bisa digunakan berkali-kali. Selanjutnya, donasi itu akan dibagikan kembali kepada warga yang membutuhkan.
Selain itu, akan dilakukan pula talkshow dengan sejumlah pegiat penanganan sampah antara lain Made Bayak yang mempopulerkan pengolahan sampah menjadi karya seni, Luh Riawati dari Bank Sampah Bali Wastu, Yudi Mahendra dari Dusun Pagan Asri yang aktif mendaur ulang sampah.
Ada pula Febri dari Gringgo yang membuat aplikasi jaringan Bank Sampah dan Made Murah dari TPST 3R Kertalangu, Komang Sudiarta (Komang Bmo) dari Komunitas Malu Dong yang aktif menangani sampah di ruang publik.(kanalbali/RFH)
