Kebakaran Gudang LPG di Denpasar, Pertamina Sebut Bukan Pangkalan Resmi

Konten Media Partner
10 Juni 2024 8:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Proses pemadaman api kebkaran gudang LPG - IST
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemadaman api kebkaran gudang LPG - IST
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
DENPASAR, kanalbali.com - Kebakaran gudang LPG di Jalan Kargo Taman I,.Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar mengakibatkan 18 orang mengalami luka bakar dan harus dirawat di RSUP Wangaya,
ADVERTISEMENT
Dari pengcekan yang dilakukan Patra Niaga ditegaskan bahwa tempat itu bukanlah pangkalan atau agen resmi. "Gudang elpiji 3 kg yang diduga menjadi tempat pengoplosan tersebut bukan merupakan agen atau pangkalan LPG Pertamina," kata Ahad, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/6) malam.
Gudang diduga merupkana tempat merupakan praktik pengoplosan gas tabung elpiji karena didapati gas tabung dengan ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg.
Ia menyebutkan, bahwa untuk saat ini pihaknya menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian apakah gudang tersebut adalah benar tempat pengoplosan gas elpiji.
"Saat ini pihak Pertamina menunggu hasil investigasi dan rilis resmi dari kepolisian," ujarnya.
Sebelumnya, total jumlah korban akibat kebakaran gudang gas elpiji sebanyak 18 orang dan seluruhnya kini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.
ADVERTISEMENT
"Saat ini ke-18 korban sedang dirawat intensif di beberapa rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/6) malam.
Ia menerangkan, menurut keterangan para saksi atas peristiwa kebakaran di Gudang eceran gas elpiji milik CV. Bintang Bagus Perkasa di Jalan Kargo Taman I, Nomor 89 Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, kebakaran terjadi sekitar pukul pukul 06.10 WITA.
Kemudian, para saksi mendengar letupan beberapa kali di luar rumah dan pada saat saksi keluar melihat enam atau tujuh orang keluar dan melompat  dari gudang gas elpiji dalam keadaan luka bakar dan sekitar 5 sampai 10 menit kemudian dari dalam gudang gas keluar asap tebal.
ADVERTISEMENT
Melihat hal tersebut, kemudian para saksi mengamankan mobil dan sepeda motor yang ada di pinggir jalan dan beberapa menit kemudian saksi melihat api sudah besar di iringi suara ledakan tabung.
"Mengetahui kejadian tersebut kemudian saksi mengubungi pemadam kebakaran yang berada di Imam Bonjol  dan sekitar lukul 07.00 WITA pemadam kebakaran datang sebanyak lima unit dan berusaha memadamkan api yang ada di dalam gudang gas," imbuhnya.
Selain itu, besarnya kobaran api hingga merembet  ke gudang bahan bangunan PT. Tratas Inti Bangunan yang berada di sebelah barat gudang gas atau TKP dan sekitar pukul 10.30 WITA api baru dapat dipadamkan.
"Untuk korban rata-rata mengalami luka bakar serius dan merupakan karyawan dari gudang tersebut, saat ini para korban sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sementara, terkait ada dugaan bahwa gudang gas elpiji tersebut tidak berizin atau indikasi gudang tempat pengoplosan gas elpiji. Pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan.
"Polresta Denpasar sudah mengecek langsung ke TKP, untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan tim dari Bidlabfor Polda Bali besok akan mengecek penyebab dari kebakaran tersebut," ujarnya. (kanalbali/KAD)