Kenang Masa Sekolah di SMSR, 6 Perupa Bali Gelar Pameran di Sanur
·waktu baca 3 menit

DENPASAR, kanalbali.com - Enam perupa alumni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Batubulan menggelar pameran karya untuk menunjukkan pencapaian artistik mereka setelah lebih dari 25 tahun lulus dari sekolah itu.
Pameran di Santrian Gallery, Sanur dibuka pada Jumat (12/1) dan akan berlangsung hingga 28/2 mendatang. Secara keseluruhan menampilkan 21 karya seni lukis dan 3 karya patung. Masing-masing rata-rata memerkan 2-4 karya.
“Perjalanan seni rupa mereka yang panjang, merupakan jalan terjal, dan tidak mudah. Nadi selain berarti proses ‘menjadi’ juga bermakna ‘denyut’ raga dan jiwa. Seutuhnya menunjuk pada daya hidup yang terpompa batin kesenimanan,” kata Wayan Kun Adnyana, salah-satu pelukis yang kini menjadi Rektor ISI Denpasar.
Selain dia, perupa lainnya adalah Dalbo Suarimbawa, Ida Bagus Putu Purwa, I Gusti Putu Buda, I Made Aswino Aji, I Nengah Sujena. Mereka dipertemukan dalam proses studi yang sama, SMSR) Negeri Batubulan, lulus tahun 1996.
Pada sekolah kejuruan yang mengemban amanah mendidik calon seniman ini, mereka sepanjang empat tahun ditempa latihan sungguh-sungguh, disiplin cipta, juga diasah mentalitet ‘nyeniman’; hadir, tampil, dan menemu seni secara original.
Setelah lulus SMSR, semua melanjutkan studi pada perguruan tinggi seni; ada pada Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan separuh lagi studi pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar, kini Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Tidak semua lulus, beberapa memilih henti studi, namun tetap satu ikrar mereka, yakni seniman jadi jalan hidup.
Sampai kini, melampaui 25 tahun, jalan seni telah mereka tapaki. “Terabaikan dan tersisih, tidak pernah membuat henti. Ngotot, teguh, dan sungguh-sungguh, tetap jadi ideologi. NADI 96 jadi ruang kami berbagi; rayakan seni sebagai Jalan Perjuangan Nilai-nilai, bukan sekedar kerja membuat barang indah, “ tulis keenam perupa itu dalam catatan Sapa Perupa
“NADI 96 menyatukan keenam perupa ini kembali; memaknai ‘denyut’ memperjuangkan ikrar kehidupan seni rupa. Itikad untuk tetap belajar sungguh dalam penghayatan artistika yang membumi”.
Ida Bagus Sidharta Putra, mewakili Santrian Art Gallery menjelaskan, bahwa pameran NADI 96 digelar untuk memaknai bahwa jalan seni rupa, merupakan jalan panjang tanpa putus.
Sepenuhnya pendakian dan totalitas, di dalamnya ada riwayat kerja keras, rasa putus asa, untuk kemudian tetap tegak menjadikan sebagai pilihan utama: perupa sejati dengan karya-karya yang selalu segar.
“Saya menyampaikan rasa gembira dan bahagia, kehadiran NADI 96 akan semakin memacu semangat alumni sekolah dan kampus seni untuk terus berkarya, terlepas dari apa kemudian amanat publik yang dipilih. Kebetulan keenam perupa ini juga didaulat dalam kerja publik, ada yang menjadi pemuka adat, pengelola destinasi, calon pendeta, bahkan rektor perguruan tinggi negeri, “ terang Gusde Sidartha Putra. (kanalbali/RFH)
