Koster Izinkan Pawai Ogoh-Ogoh, Pakar: Batalkan Jika Trend Kasus Omicron Naik
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster telah mengizinkan kalangan Yowana (pemuda-red) Bali untuk melakukan pawai Ogoh-ogoh (boneka raksasa-red) menjelang Hari Raya Nyepi pada 2 Mei 2022 nanti.
Menanggapi hal itu, pakar virologi Universitas Udayana (Unud) Ngurah Mahardika meminta semua pihak untuk tetap waspada. “Gubernur Bali pun kebijakannya harus dinamis. Kalau menjelang hari H ada trend peningkatan kasus harus berani untuk membatalkan izin itu dan masyarakat harus mau menerima demi kesehatan bersama,” tegasnya, Rabu (23/2/2022).
Menurutnya, kondisi Bali saat ini memang telah menunjukkan penurunan kasus penularan varian omicron. Namun di sisi lain ada anomali karena tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit mencapai 40 persen.
Selain itu, fatalitas rate atau tingkat kematian masih tinggi di atas angka rata-rata nasional. Fatalitas rate atau tingkat kematian secara nasional hanyalah 0,25 persen sedangkan di Bali mencapai 0,75 persen. Adapun jumlah kematian akibat COVID-19 sejak 1 Januari 2022 adalah sebanyak 263 orang dari total 35.484 kasus. Korban sebagian besar berusia di atas 60 tahun dan memiliki komorbid.
Mengenai aturan protokol kesehatan yang diterapkan saat pawai Ogoh-ogoh, menurutnya, akan sangat rawan dengan pelanggaran. Karena itu untuk menekan resiko, menurutnya, lebih baik mengingatkan agar mereka yang sudah berusia di atas 60 tahun dan memiliki komorbid untuk tidak usah mendekati kerumunan. (kanalbali/RFH)
