Kuatkan Fondasi Kedaulatan Digital, Bali Blockchain Summit 2024 Kembali Digelar
·waktu baca 3 menit

DENPASAR, kanalbali.com - Masalah kedaulatan digital menjadi agenda penting bagi bangsa Indonesia di masa depan. Teknologi blockchain menjadi tawaran strategis sebagai jawabannya,
Hal itulah yang akan dibahas dalam Bali Blockchain Summit 2024 pada 20 Agustus mendatang di Denpasar.
“Bali dan khususnya kota Denpasar sejak 4 tahun lalu sudah mempersiapkan transformasi ini. Kebetulan interaksinya lebih mudah dengan pelaku dari luar yang banyak datang ke Bali sebagai digital nomad,” kata Koordinator Bali Blockchain Centre, I Gede Putu Rahman Desyanta yang menjadi penyelenggara acara itu,Jumat (16/8/2024).
Kelebihan dari Teknologi ini dibanding yang ada saat ini adalah kemungkinan melakukan desentralisasi kontrol data dan meningkatkan keamanan serta privasi pengguna. Hal ini akan menyulitkan para hacker untuk beraksi atau membuat aksi mereka menjadi tidak efisien lagi.
Bali Blockchain Summit 2024 akan melibatkan sekitar 700 orang talent dari Indonesia dan dari luar negeri. Dan dihadiri sebanyak 40 developer dari berbagai negara untuk berkompetisi.
Acara didahului dengan kompetisi Hackathon pada 19-20 Agustus 2024 yang bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan talenta lokal yang mampu menciptakan solusi berbasis blockchain. “Ini untuk mendukung ambisi Indonesia sebagai pusat pengembangan teknologi Web3 global,” kata Rahman.
Sementara ketua Komite Penasihat Bali Blockchain Summit 2024, Cindy Nattaya menyatakan, acara ini menunjukkan bahwa Indonesia dan khususnya Bali tak kalah dalam pengembangan teknologi blockchain yang pelakunya adalah anak-anak muda.
“Awalnya memang identik dengan crypto currency saja karena itu yang menghasilkan cuan dan menjaid lebih menarik, tapi kemudian disini kita perkenalkan hal yang lebih luas terkait teknolgi baru ini,” sebutnya.
Tema kegiatan ini adalah “Membangun Fondasi Kedaulatan Digital untuk Inovasi Berkelanjutan”. Sub tema yang dikembangkan antara lain, soal industri pertambangan dan blockchain yang akan mengeksplorasi bagaimana teknologi baru, seperti blockchain, dapat menjadi alat pendukung penting dalam mendukung keberlanjutan operasional dan transparansi rantai pasokan dari Hulu ke hilir.
Kemudian, ada topik perlindungan ekonomi kreatif yag membahas peran blockchain dalam melindungi kekayaan intelektual di sektor ekonomi kreatif, yang menjadi pilar penting dalam ekonomi digital.
Disambung topik digital identity infrastructure yang akan membahas pengembangan infrastruktur identitas digital yang terdesentralisasi melalui blockchain, memungkinkan kontrol yang lebih besar atas identitas digital pengguna.
Ada juga topik Desentralisasi Infrastruktur dan Smart City yang menyoroti bagaimana blockchain dapat mendukung pengembangan kota pintar yang lebih aman dan efisien dengan infrastruktur yang terdesentralisasi.
Topik lainnya adalah Real World Asset (RWA) Tokenization. Dalam sesi ini akan diukpas tuntas tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan bagaimana teknologi blockchain dapat mengintegrasikan aset fisik ke dalam ekosistem digital, menciptakan peluang baru dalam investasi dan perdagangan.
Tak kalah menariknya ada sesi yang membahas peran Koperasi dalam adopsi blockchain. Sesi ini akan mengeksplorasi bagaimana blockchain dapat mendukung koperasi dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akses ke pembiayaan real yang pada akhirnya memperkuat ekonomi lokal dan UMKM sehingga menciptakan lapangan kerja serta melahirkan para pengusaha kretif mandiri yang mumpuni menuju Indonesia emas 2045. (kanalbali/RFH)
