Langkah Bali Atasi Dampak Corona; Dari Super Deal hingga Lomba Lari

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut, untuk mengatasi guncangan pariwisata Bali akibat virus Corona atau Covid 19, , ia mengajak semua pihak khususnya pelaku pariwisata mensukseskan program branding yang bertajuk “We Love Bali” Movement.
"Ada banyak kegiatan yang akan dilakukan," tegasnya di acara Rakor Percepatan Kondisi Pariwisata dan Ekonomi di Kantor BI Bali, Jum'at (6/3).
Program itu antara lain Paket Pariwisata Super Deal, Rally Wisata We Love Bali, Festival Kuliner Khas Bali, Festival Musik berskala Internasional, Festival DJ berskala Internasional, International Surfing Competition, Lari Marathon Bali 10 K Internasional.
Ada juga Bali Culture World Celebration, Mengundang Familiarization Trip TOP Tour Operator / Wholesaler, Mengundang Travel Writer, Youtuber, Blogger, Influencer untuk kampanye “We Love Bali” Movement, dan Fasilitasi berbagai Event berskala Internasional di Bali.
Saat ditanya anggaran yang akan dipakai untuk mendorong program branding itu, ia belum menyebut secara pasti. Koster hanya menyampaikan dana yang akan digunakan nanti adalah dana gotong royong dengan berbagai instansi baik Industri pariwisata dan perusahaan lainnya.
"Gotong royong, sekarang lagi dirumuskan, kan ada hotel diwajibkan bikin event, bank diwajibkan bikin event, semua pelaku usaha diwajibkan bikin event," tuturnya.
Koster menegaskan, upaya itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan juga tanggung jawab bersama termasuk para pelaku pariwisata."Kita harus saling harmoni jalannya. Maka sekarang yang kita tunjukkan disini semuanya adalah, para pelaku pariwisata yang hidup dari sumber daya alam Bali dan mencari penghidupan di Bali. Semua harus bertanggung jawab," ujarnya.
Ia berujar, bisa saja adanya virus corona yang tengah melanda dunia itu sebagai cobaan untuk seluruh pelaku pariwisata di Bali atas kelalaian dan dosa-dosa yang telah diperbuat.
"Selama ini memungkin terlalu asik menikmati untung sendiri, ketika untung tidak pernah ngomong, begitu ada gejolak sedikit ribut. Yang disalahin pemerintah daerahnya," kata Koster.
Ia juga mengaku tak akan membiarkan para pelaku pariwisata hanya mencari keuntungan dari Bali. Menurutnya, sudah sepatutnya semua pelaku pariwisata saling bahu membahu jika dikemudian hari pariwisata Bali kembali mengalami guncangan seperti yang terjadi saat ini.
"Jangan hanya cari untung disini, setelah itu pergi entah kemana. Mohon maaf saya tidak akan membiarkan itu terjadi di Provinsi Bali," ujar Koster. (ACH)
