kumparan
KONTEN PUBLISHER
8 Desember 2019 17:38

Laporkan Rencana Konvoi Kemenangan, Bali United Temui Gubernur Bali

0812 koster bali united 1.jpg
Gubernur Bali Wayan Koster (ACH)
CEO Bali United Yabes Tanuri disambut ramah Gubernur Bali I Wayan Koster di Rumah Dinas Gubernur, Minggu (8/12). Ia menghadap Koster untuk mengatur kunjungan seluruh pemain, pelatih dan manajemen Bali United kepada Gubernur dan berlanjut dengan konvoi kemenangan.
ADVERTISEMENT
" Jadi nanti akan langsung diterima oleh bapak Gubernur tanggal 23 Desember mendatang. Setelah itu baru kita akan konvoi dari titik sini (Rumah Dinas Gubernur) terus ke Bupati Gianyar, lalu ke Stadion Kapten I Wayan Dipta," jelas Yabes.
Yabes tentu tak menyangka, klub yang ia dirikan bersama saudaranya Pieter Tanuri bisa diterima oleh masyarakat Bali dan merah juara Liga. "Bahkan untuk mencari pemain saja agak susah karena masih ada pemain yang terikat kontrak dengan klub sebelumnya," ujar Yabes.
Sejarah hadirnya Bali United di Pulau Dewata tak lepas dari keberadaan klub Persisam Putra Samarinda. Harbiansyah (pemilik klub Persisam) dalam situasi terjepit di akhir tahun 2015. Selain kesulitan mencari sponsor, keberadaan klubnya terusik oleh meroketnya Pusamania Borneo FC yang promosi ke Liga Super Indonesia 2015, satu level kompetisi dengan Persisam.
0812 koster bali united.jpg
Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace menerima jersey kemenangan Bali United (ACH)
Pieter datang menawarkan diri dan perpindahan kepemilikan klubpun terjadi. Rencana awal Pieter dan Yebes klub baru ini akan dimerger dengan satu klub yang bermarkas di Yogyakarta. Namun, rencana ini urung karena rumitnya proses akuisisi dan sarana latihan yang masih minim.
ADVERTISEMENT
Saat itu problem fasilitas latihan juga terjadi di Bali, Namun menurut Yabes pihaknya tetap mengambil resiko. "Kita akhirnya memilih Bali, karena masyarakat atau supporter sangat mengetahui keberadaan sepak bola bisa menjadi salah satu industri pariwisata baru yang bernama sport tourism," kata Yabes Tanuri, adik Pieter.
Hasil dari Investasi Yabes saat ini sudah berubah manis. Selain Bali United menjadi juara di kompetisi liga 1 2019, industri pariwisata baru bernama sport tourism semakin dikenal di Bali kala Bali ditunjuk sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
Faktornya jelas: keberadaan Stadion Kapten I Wayan Dipta yang telah direnovasi besar besaran oleh manajemen Bali United. Keberhasilan itu tentu mendapat perhatian khusus dari Gubernur Bali saat ini I Wayan Koster.
ADVERTISEMENT
Menurutnya apa yang selama ini dibesarkan oleh Bali United tentang sport tourism menjadi salah satu produk yang berbanding lurus dengan pemerintah provinsi yang memang tengah getol mengembangkan sport tourism itu.
"Karena Bali sudah punya nama besar sebagai destinasi pariwisata dunia, kita harus menyiapkan fasilitas yang memadai untuk mendukung berbagai event kepariwisataan. Termsuk di dalamnya adalah event mengenai olahraga, karena menurut saya penting, ini menjadi bisnis sumber pendapatan devisa negara dan Bali khususnya," jelas Koster setelah bertemu dengan CEO Bali United.
Bahkan Pemprov Bali sendiri menurut Koster tengah berupaya untuk membangun Stadion bertaraf Internasional agar event olahraga seperti sepak bola bisa sering digelar di Bali. "Saya sedang memikirkan lokasinya dimana yang tepat sekaligus untuk menyeimbangkan pembangunan yang ada di Bali," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebagai bentuk apresiasi lain, Koster juga telah menyiapkan bonus besar untuk seluruh pemain Bali United lantaran telah membawa nama besar Bali semakin dikenal dengan sepak bola. Besarannya, koster tak menyebut. "Saya hitung dulu untuk besarannya. Selain itu saya akan nonton juga tanggal 22 Desember," jelas Koster mengakhiri wawancara. (Kanalbali/ACH)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan