Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten Media Partner
Lawan Diabetes, 110 Ahli Gizi di Bali Dapat Kursus Nutrisi
8 Desember 2018 18:29 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:04 WIB

ADVERTISEMENT
Pelatihan Nutrition Gathering yang diikuti 110 ahli gizi Rumah Sakit dan Puskesmas se Provinsi Bali, bertempat di Denpasar, Bali, Sabtu (8/12/2018).
ADVERTISEMENT
DENPASAR, kanalbali.com - Pelatihan Nutrition Gathering diikuti 110 ahli gizi Rumah Sakit dan Puskesmas se Provinsi Bali. pada Sabtu, 7/12. tema yang diambil ," Tenaga Gizi Profesionalisme Dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Melalui Asupan Gizi Standar," .
I Kadek Indra Dinata, selaku Brand Communication Executive Soyjoy Denpasar menyampaikan, bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan memfasilitasi para ahli gizi dalam mengupdate tentang gizi untuk diabetes mellitus.
"PT. Amerta Indah Otsuka memang konsen kepada prodak-prodak kesehatan dan memberikan obat kemasyarakat agar lebih sehat. Selain itu, melalui acara ini Soyjoy juga ingin mengajak para ahli gizi untuk berkolaborasi dalam kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait prefentif dan kuratif diabetes militus," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Dalam acara gathering ini juga, Soyjoy berkolaborasi dengan Persagi dan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Selain itu, acara ini juga diselengarakan di tiga kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya.
Ni komang Wiardani, selaku Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Denpasar menyampaikan, bahwa tujuan pelatihan ini adalah mengupdate ilmu-ilmu di bidang kesehatan dan gizi.
"Khususnya bagi ahli gizi Rumah Sakit dan ahli gizi ditingkat Puskesmas. Kegiatan ini sebenarnya adalah merupakan tanggung jawab kami di institusi pendidikan bagaiamana kami mencetak ahli gizi yang kompeten dalam bidang pelayanan asupan gizi di Rumah Sakit maupun Puskesmas," ujarnya.
Wiardani juga menjelaskan, kegiatan ini juga diadakan untuk melihat permasalahan diabetes mellitus yang mengalami peningkatan."Nantinya para ahli gizi ini, bagaimana mempuyai perannya bisa memberikan asupan gizi bagi pasien diabetes. Baik di klinik, rumah sakit dan maupun di puskesmas dengan metode yang berbeda," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Wiardani juga mengatakan dari tahun 2013 sampai 2018 mengalami peningkatan diabetes di Bali, dari tahun 2013 yaitu 6,9 persen kini tahun 2018 mencapai 8,5 persen.
Peningkatan tersebut terjadi, menurut Widiardani karena terjadinya pergeseran lifestyle dari masyarakat, mulai dari pola makan yang kurang sehat, dan olah raga yang kurang.
"Jadi inilah peran kami bagaimana mencegah jangan sampai terjadi peningkatan diabetes itu sendiri. Kalau yang paling banyak (Terkena Diabetes) yaitu Denpasar dan Singaraja. Kalau di Denpasar memang dari gaya hidupnya memang sedikit berbeda dari daerah yang lainnya," ujarnya. (kanalbali/KAD)