Konten Media Partner

Luh Ketut Suryani: Tetap Produktif di Usia 76 Tahun

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prof.Dr LK Suryani merayakan Ulang Tahun ke-76 pada Sabtu (22/8/2020) - ACH
zoom-in-whitePerbesar
Prof.Dr LK Suryani merayakan Ulang Tahun ke-76 pada Sabtu (22/8/2020) - ACH

Jari jemari Luh Ketut Suryani tak pernah berhenti berkarya. Di usianya yang sudah menginjak 76 tahun, Profesor Ahli Gangguan Jiwa itu kembali menerbitkan buku berjudul 'Meditasi: Mencapai Hidup Bahagia'.

"Jadi kami ingin menyampaikan bahwa kita punya roh yang sebelum menjadi manusia sudah terbentuk. Dengan meditasi kita bisa menggunakan kemampuan itu," kata Suryani saat ditemui selepas peluncuran bukunya di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (22/8).

Bagi Suryani, ilmu meditasi tak seperti ilmu pengetahuan pada umumnya. Semua orang dari berbagai macam golongan, bisa mendalami meditasi dengan menggunakan sprit roh yang dimiliki. Hanya saja, dalam ilmu meditasi bagi Suryani tak bisa ditargetkan.

"Sama seperti makanan, pernahkah kita berfikir akan naik sekian cm dan lainnya, tapi kan tanpa sadar kita sudah besar. Meditasi juga demikian, kalau kita memasang target tidak akan pernah berhasil, tapi ikhlaskan dan lakukan saja," ujarnya.

Dalam buku setebal 108 halaman dan dikemas lebih elegan dalam format ebook itu, Suryani menjabarkan pemahaman meditasi relaksasi untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari hingga mampu memunculkan ide yang bisa membuat hidup menjadi indah, bahagia, dan penuh dengan kemungkinan yang bisa terjadi di luar pemikiran manusia biasa.

”Silahkan, siapa pun bisa menyebarkan asal sudah memahaminya. Yang penting sampaikan dari siapa sumber metode ini. Bukan untuk mengkultuskan seseorang, tetapi agar kita sebagai bangsa Indonesia bangga ada metode dari Bali, dari Indonesia," jelasnya.

LK Suryani bersama suami (duduk) dan putranya Cokorda Bagus Jaya Lesmana (ACH )

Buku itu ditulis Suryani dalam satu hari. Isi dan dan konsep tulisan yang ia tuangkan dalam buku itu hadir saat ia selesai melatih orang-orang. Konsep Meditasi itu Kata Suryani kemudian bisa diterima di sejumlah tempat yang lain.

"Karena itulah saya ingin membukukan ini, dan saya dalam penulisan buku ini hanya duduk tenang, mengetik tanpa berfikir yang lain. Fikiran saya tetap jalan. dan tanpa sadar saya bisa mengerjakan dalam satu hari dan tidak tidur pada saat itu," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suryani juga meluncurkan ebook yang berjudul "Biarkan Anak Berkembang Wajar". Buku setebal 250 halaman itu hasil kolaborasinya dengan putranya yangan psikiater, Dr.dr Cokorda Bagus Jaya Lesmana.

Buku yang dihasilkan dengan koleganya itu, mencoba mengajak pembaca untuk dapat melahirkan anak-anak berkualitas dan bermoral yang sehat secara fisik, mental dan spiritual.

"Buku ini adalah karya dari anak bangsa. Dan kami ingin memeprsatukan mereka, agama apapun, aliran apapun kita sama. Kita punya spirit yang sama dan dengan demikian kita bisa bersatu dan melahirakan generasi yang lebih baik," tuturnya. (Kanalbali/ACH)