Konten Media Partner

Luhut Beri Waktu Koster 1 Minggu untuk Perbaiki Penanganan COVID-19 di Bali

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat tiba di Kantor Gubernur Bali - LSU
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat tiba di Kantor Gubernur Bali - LSU

DENPASAR- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan waktu satu minggu kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbaiki penanganan Covid-19.

"Dalam satu minggu ke depan harus ada perbaikan penanganan Covid-19 di Bali. Pak Gubernur sudah saya beritahu tadi. Daerah lain bisa, disini kok enggak bisa," kata dia saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di kantor DPRD Bali, Kamis, (12/8/2021).

Ada beberapa hal yang menjadi fokus Luhut terhadap penanganan Covid-19 di Bali. Pertama, vaksinasi Covid-19 di Bali sudah sangat baik. Namun kasusnya belum menunjukan penurunan bahkan cenderung stagnan.

"Dimana-dimana kalau sudah 90 persen divaksin, mestinya sudah relatif stabil kasusnya tapi bukan habis. Seperti tingkat kematian menurun, tingkat infeksi menurun, nah itu akan kelihatan dan di Bali hal ini belum kelihatan," jelasnya.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Bali Wayan Koster - IST

Kedua, agar sebanyak mungkin pasien positif menjalani isolasi terpusat (isoter) untuk mencegah terjadinya cluster keluarga. Ia mencontohkan ratusan orang telah menjalani isoter disalah satu tempat isoter di Kabupaten Buleleng, Bali dan tidak ada satupun yang meninggal dunia.

"Tim kami sudah lihat selama beberapa hari disini, isoter menjadi kunci penurunan kasus sehingga diminta agar sebanyak mungkin pasien positif masuk ke dalam isoter," tambahnya.

embed from external kumparan

Ketiga, tracing dan testing masih kurang di Bali. Hal ini diminta agar menjadi perhatian bersama. Kemudian, acara keagamaan juga diredam terlebih dahulu jika ada 1.200 orang berkumpul dalam satu acara akan menimbulkan kluster baru.

"Kalau hal-hal ini terus diperbaiki, kasus Covid-19 di Bali akan membaik. Karena obat-obatan bagus, oksigen cukup, semua sudah cukup, dokter ada, semua ada. Jangan sampai orang luar melihat Bali tidak sebagai tempat tujuan turis, karena dianggap tidak disiplin," tegasnya. (kanalbali/LSU)