News
·
28 April 2021 11:58

Lumba-lumba di Sanur Diduga Direlokasi ke Kolam, LSM Anggap Sebuah Kemunduran

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Lumba-lumba di Sanur Diduga Direlokasi ke Kolam, LSM Anggap Sebuah Kemunduran (8239)
Relokasi Llumba-lumba dari Hotel Melka pada 2019. (kanalbali/dok)
DENPASAR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan Direktorat KSDAE mengevakuasi 7 ekor lumba-lumba milik Dolphin Lodge Bali Selasa (27/4/2021) . Lumba-lumba dipindahkan dari keramba laut lepas Pantai Mertasari, Sanur ke Taman Benoa Exotic, Benoa.
ADVERTISEMENT
Menurut pengamat mamalia laut Danielle Kreb dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK RASI), dalam rilisnya Rabu (28/4), pemindahan lumba-lumba dari keramba laut ke dalam fasilitas kolam milik Taman Benoa Exotic merupakan sebuah kemunduran.
Menurut dia, jika dilihat dari sosial media Instagram milik Taman Benoa Exotic atau Bali Exotic Marine Park, tempat tersebut tidak memiliki keramba laut. Mereka menempatkan lumba-lumbanya dalam kolam.
Lumba-lumba di Sanur Diduga Direlokasi ke Kolam, LSM Anggap Sebuah Kemunduran (8240)
Proses evakuasi lumba-lumba di Sanur, Denpasar - IST
“Saya sangat prihatin dengan dipindahkannya lumba-lumba dari keramba laut ke dalam kolam di darat. Di laut mereka bisa bebas dari klorin dan ada ikan hidup yang bisa menjadi mainan mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut Danielle mencontohkan bagaimana perilaku lumba-lumba yang dipindahkan dari kolam di Hotel Melka, Buleleng oleh BKSDA Bali berkerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Lumba-lumba dipindahkan ke keramba laut di perairan Taman Nasional Bali Barat yang lebih alami dua tahun silam, berhasil berasimilasi dan beralih dari makanan ikan mati ke secara aktif berburu ikan.
ADVERTISEMENT
“Saya berharap ada belas kasihan terhadap para lumba-lumba ini agar bisa bebas dari eksploitasi komersil. Karena lumba-lumba tempatnya di laut lepas bukan di kolam buatan” ujar peneliti spesies Pesut Mahakam dan pendiri YK RASI ini. (kanalbali/RLS)