Konten Media Partner

Mencicipi Bebek Timbungan, Kuliner Bali Cita Rasa Zaman Kerajaan

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dok. Bebek Timbungan Balinese Heritage Cuisine
zoom-in-whitePerbesar
dok. Bebek Timbungan Balinese Heritage Cuisine

KUTA, kanalbali - Warisan kuliner tradisional Bali sangat beragam cita rasanya. Salah satunya yang terbilang kuno adalah Bebek Timbungan.

Pada mulanya menu ini hanya dihidangkan sebagai pada ritual-ritual upacara saja seperti dijelaskan dalam Lontar Dharma Caruban . Ini adalah literatur Bali kuno yang memuat tentang tata cara mengolah hidangan untuk keperluan ritual keagamaan.

Timbungan berasal dari kata “embung” atau “timbung” yang memiliki arti bambu. Nah, menu ini adalah hidangan daging bebek yang dimasak dengan bumbu basa genep, yakni racikan bumbu khas Bali yang mana 15 jenis rempah yang terdiri dari kunyit, lengkuas, jahe, kencur, bawang putih, bawang merah,cabe besar, cabe rawit, serai, kemiri tomat, ketumbar, merica bubuk, daun salam, daun jeruk, garam dan gula dihaluskan jadi satu .

Seiring perjalanan waktu, kemunculan hidangan ini tidak hanya ada di acara ritual. Tetapi, kerap pula disajikan eksklusif untuk raja atau pejabat kerajaan pada zaman lalu.

dok. Bebek Timbungan Balinese Heritage Cuisine

Kini semua ornag bisa dengan mudha menikmatinya di berbagai restoran, Salah satunya adalah Bebek Timbungan Balinese Heritage Cuisine di Jalan Sunset Road Dewa Ruci, Kuta. "Bebek timbungan ini adalah menu yang awalnya dibuat oleh chef eksekutif kita, resep ini didapat dari neneknya yang merupakan juru masak jaman dahulu. Jadi ini adalah resep turun temurun," ujar Dicky Prasetyo selaku Senior Manager.

"Banyak orang yang menyukainya baik kalangan domestik maupun internasional dikarenakan cita rasa yang berbeda dan istimewa. Dari hal itu kami ingin memperkenalkan cita rasa kerajaan di masa lalu ditengah era modern seperti sekarang ini," tambahnya.

Pihaknya sengaja mengambil tempat di kawasan Kuta, dimana orang-orang dari mancanegara maupun orang Bali sendiri bisa menikmatii atau bernostalgia dengan rasa yang asli Bali.

Proses memasaknya memakan waktu sampai 6 jam, setelah itu sajian bebek timbungan ini baru siap disantap. Adapun jika diolah secara tradisonal memakan waktu seharian, hingga 15 jam. "Kami menggunakan peralatan modern standar restoran yang mana proses mengolah hidangan ini selama 6 jam, namun penggunaan bambu memang tidak bisa digantikan" imbuhnya.

Dicky Prasetyo, Senior Manager Bebek Timbungan Balinese Heritage Cuisine Kanalbali/KR14)

Daging bebek yang sudah dibaluri bumbu base genep dimasukkan ke dalam potongan bambu utuh melingkar dengan panjang sesuai badannya. Setelah dimasukan, bambu dibakar selama 6 jam. Lamanya waktu memasak adalah untuk mendapatkan daging yang lembut serta bumbu yang meresap sempurna.

Setelah proses pemasakan selesai, menu disajikan di atas bilah bambu. Tampilannya begitu menggoda. Penuh dengan balutan bumbu. Sebagai pelengkap, tersaji pula nasi putih. Tak ketinggalan pula, sayur kacang panjang dan beberapa jenis sambal seperti, sambal tomat, sambal goreng dan sambal matah khas Bali.

Cita rasa gurih begitu terasa sedari gigitan pertama. Tekstur daging yang empuk memang dikarenakan lama proses masaknya. Selain itu Rempah yang beraroma kuat berhasil menghilangkan bau kurang sedap pada bebek. Setengah ekor bebek timbungan dibanderol seharga Rp 132 ribu, sedangkan satu ekor utuh seharga 235 ribu rupiah. (kanalbali/KR14)