Berswafoto Sembari Menikmati Keindahan Alam Munduk Temu Tabanan

TABANAN, kanalbali.com --- Selain Tanah Lot dan Jatiluwih, Tabanan memiliki banyak destinasi wisata baru, salah satunya adalah Desa Munduk Temu, Pupuan, Tabanan. Meski tergolong baru, wisatawan asing maupun lokal cukup intens mengunjungi desa yang dekat dengan Singaraja ini.
Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat lokasi ini sangat spesial dengan menawarkan dua view memesona. Yakni, perbukitan Sepang dan Gunung Batukaru. Saat pagi tiba, kita akan disuguhkan dengan indahnya matahari terbit, kala sore hari, keindahan semakin bertambah dengan pesona matahari terbenam.
BACA JUGA : Pengunjung GWK Belum Bisa Masuk ke Dalam Patung Raksasa
Setidaknya, ada lima spot foto yang bisa kamu dapatkan, tiga berada di sisi sebelah barat, dan satu spot berada di sebelah timur, atau tepatnya berada di halaman rumah Perbekel Munduk Temu, I Nyoman Wintara. Tempat ini dibuka untuk umum, cukup merogoh kocek Rp 5 ribu untuk setiap orangnya, kita bisa berfoto sepuasnya di semua spot yang ada.
Spot pertama adalah sebuah sangkar burung berbentuk oval yang dilapisi ijuk. Di sini kamu bisa duduk dan berimajinasi untuk merasakan bagaimana berada di dalam rumah burung.
Lanjut kebagian belakang rumah burung, ada sebuah dek yang sedikit mejolok ke sisi barat, berbentuk persegi empat dengan ukuran kurang lebih 3x4 meter yang terbuat dari kayu.
Tenang saja, dek ini bisa menampung hingga 5 orang dengan ukuran normal. Di sini kamu bisa berfoto dengan latar belakang hijaunya perbukitan sepang, 180 derajat pandangan matamu akan dimanjakan oleh pemandangan, dibarengi dengan segarnya udara ditempat ini.

Sejuknya suasana desa menambah fresh pikiran, menenangkan sejenak dari penatnya rutinitas kerjaan. Spot ketiga berada di antara spot pertama dan keempat, di mana spot ini merupakan sebuah sayap dengan warna cerah. Sedangkan titik keempat adalah sebuah perahu yang terbuat dari bambu.
Satu lagi, desa ini sangatlah bersih, bahkan di setiap sudut lokasi terdapat tempat sampah yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, jangan coba-coba untuk buang sampah sembarangan jika kalian tidak mau kena sanksi adat. Denda bagi orang yang kedapatan membuang sampah sembarangan berupa uang sebesar Rp 250 ribu.
Puas menikmati keindahan dan berfoto, kamu juga bisa menikmati produk lokal, yakni salak gula pasir dan menyeruput kopi robusta. Luangkan waktu kalian jika hendak berkunjung ke tempat ini, sebab tidak akan cukup sejam atau dua jam untuk menikmati keindahan yang semakin jarang kita temui. Sebagai saran, jika kalian hendak ke tempat ini, lihat dulu prakiraan cuaca, sebab kondisi mendung dan hujan tidak akan bisa ditebak datangnya.
Tidak hanya dari Denpasar, tempat ini juga bisa ditempuh lewat Singaraja. Dari arah Denpasar dengan roda dua bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dalam waktu normal, sedangkan dari Singaraja hanya perlu waktu 1 jam 30 menit saja. (kanalbali/GAN)
