Konten Media Partner

Menko PMK Cek Kesiapan Bandara Bali Sambut Ribuan Peserta GPDRR

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Muhadjir Effendy mendapat penjelasan dari  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto. - IST
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Muhadjir Effendy mendapat penjelasan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto. - IST

BADUNG, kanalbali.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau secara langsung dan mendapatkan penjelasan dari otoritas bandara Ngurah Rai, Bali.

Yakni, terkait kesiapan untuk menerima peserta Event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali yang akan berlangsung pada Mei mendatang.

Peninjauan pada Jumat (28/1), dilakukan Menteri didampingi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto.

embed from external kumparan

Muhadjir menyampaikan perlu ada antisipasi apabila sekitar 5.000 peserta hadir. Ia juga menekankan perlunya skenario yang perlu diatur kembali untuk menfasilitasi banyaknya peserta yang mungkin hadir nanti. “Secara prosedur, tahap demi tahap sudah rapi,” ujar Muhadjir.

Rombongan meninjau setiap tahapan kedatangan delegasi atau peserta GPDRR 2022 dari luar negeri. Panitia akan menyiapkan help desk untuk membantu tahapan atau alur kedatangan delegasi, sedangkan beberapa proses tambahan harus dipenuhi oleh para peserta, khususnya prosedur pengecekan kesehatan dan dokumen terkait Covid-19.

Help Desk untuk peserta GPDRR - IST

Tempat kedatangan juga dilengkapi dengan pengecekan tes PCR untuk memastikan kondisi kesehatan delegasi dan keamanan penyelenggaraan GPDRR 2022 serta pengendalian pandemi Covid-19.

Pihak otoritas bandara telah mempersiapkan jalur fast track untuk membantu mereka yang dokumennya belum lengkap. Selain itu, pihak otoritas dibantu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk pelaksanaan swab PCR.

Menurut pihak otoritas bandara, estimasi maksimal waktu yang dibutuhkan selama waktu kedatangan hingga meninggalkan bandara sekitar 1 jam 44 menit, dengan hasil PCR yang sudah diketahui. (Kanalbali/RLS)