Musim Layang-layang Tiba, PLN Bali Siaga Gangguan Listrik
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, kanalbali.com - PT PLN (Persero) UID Bali kembali bersiaga saat memasuki musim layang-layang yang sudah mulai ramai di bulan Mei hingga mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus. Pada musim ini biasanya gangguan jaringan listrik akan meningkat.
"Pada tahun selama 2021 sebanyak 84 kali terjadi gangguan kelistrikan yang disebabkan oleh layang-layang," kata Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) UID Bali, I Made Arya saat dihubungi, Senin, (23/5/2022).
Gangguan kelistrikan akibat layang-layang sering terjadi di Bali bagian selatan, seperti di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Badung. Sementara Kabupaten lain jarang terjadi gangguan akibat permainan musiman ini.
"Daerah lain ada kasusnya, cuma jarang ada. Biasanya gangguan terjadi pukul 3 - 5 dini hari karena layangannya diinapkan atau tidak diturunkan usai bermain dan ketika terjatuh menimpa jaringan kabel listrik," tuturnya.
Adapun jumlah gangguan kelistrikan akibat layang-layang pada Januari-April 2021 terjadi sebanyak 5 kali. Sementara pada periode yang sama di tahun 2022, gangguan kelistrikan terjadi sebanyak 4 kali.
"Untuk saat ini gangguan akibat layang-layang turun 20 persen secara year on year (yoy), dari April tahun lalu hingga April tahun ini," tambahnya.
Made menegaskan bahwa PLN tidak melarang masyarakat atau pemain layang-layang yang biasa disebut sebagai rare angon untuk bermain dan menjalankan hobinya. Terlebih lagi pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk itu.
Namun, ia menghimbau para rare angon agar bermain dengan aman, seperti berada pada tempat yang aman, baik aman untuk pemain dan aman untuk fasilitas-fasilitas obyek vital nasional. Kemudian tidak menginapkan semalaman, atau setelah bermain langsung menurunkan layang-layang.
Made menuturkan, selain bermain secara individu, rare angon juga bisa mengikuti berbagai festival yang dapat merangkul para pemain. Menurutnya, festival layang-layang lebih aman untuk diikuti karena memiliki aturan bermainnya sendiri.
"Festival ini bagus diikuti karena sudah diatur jenis dan ukuran layangan, termasuk tempat pelaksanaan yang pasti jauh dari jaringan listrik berbahaya," jelasnya. (Kanalbali/LSU)
