Nekat Panjat Tebing di Air Terjun, WNA Amerika Terpeleset hingga Patah Kaki

Konten Media Partner
3 November 2022 10:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lokasi kecelakaan warga Amerika Serikat di Buleleng, Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi kecelakaan warga Amerika Serikat di Buleleng, Bali - IST
ADVERTISEMENT
SINGARAJA, kanalbali.com - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat bernama Donnel Jack Sullivan (22) mengalami patah kaki akibat jatuh terpeleset dari tebing di Terjun Aling-aling di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan menyebut, wisatawan itu nekat memanjat tebing yang ada di sekitar air terjun Aling-aling pada Rabu (02/11) siang. Ia bahkan tak menggunakan jasa pemandu wisata. Akibatnya, ia tertimpa batu hingga kakinya putus.
"Korban berangkat sendirian melalui jalur Desa Ambengan, Keamatan Sukasada, Rabu sekitar pukul 11.30 Wita. Ia tiba di objek wisata tersebut sekitar pukul 12.15 Wita, dan nekat menaiki sebuah tebing di dekat air terjun," ungkapnya, Kamis (03/11).
Jack sempat diberi peringatan supaya tidak nekat memanjat tebing oleh wisatawan mancanegara lain yang juga berada di lokasi kejadian.
" Ada wisatawan mancanegara yang juga di lokasi kejadian, asal Perancis bernama Rigaud Alixis Louis Yves (40) dia memberi peringatan ke korban supaya tidak memanjat tebing karena terlihat berbahaya," terangnya.
ADVERTISEMENT
Namun, korban tidak menggubris peringatannya dan tetap memanjat tebing setinggi sekitar 5 meter itu. Begitu sampai di atas tebing, ia Terpeleset dan jatuh. Ia terjatuh bersama bongkahan batu tebing yang cukup besar.
Batu itu ikut runtuh dan menimpa betis kanannya sehingga betis kakinya terputus. Korban berteriak meminta pertolongan, beruntung saksi Rigaud Alixis Louis Yves melihat kejadian itu dan langsung menolong korban.
Teriakan itu juga didengar oleh pemandu wisata dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari Desa Sambangan yang langsung menghampiri korban untuk memberikan pertolongan. Mereka segera mengikat kaki korban dengan handuk untuk mengurangi pendarahan serta membawa korban ke RS Balimed Singaraja untuk mendapat pertolongan medis.
"Korban saat ini masih menjalani perawatan dan bisa diajak berkomunikasi walaupun sedikit dan bisa menjawab ketika ditanya serta mengatakan dia berasal dari Amerika," ungkap Kompol Dwi Wirawan.
ADVERTISEMENT
Atas peristiwa ini, pihaknya meminta kepada pengelola wisata di desa Ambengan dan Samba han untuk menambah papan informasi peringatan supaya tak terjadi lagi peristiwa semacam ini.
"Kami mendorong kelompok sadar wisata Desa Ambengan dan Desa Sambangan untuk menambah papan atau spanduk peringatan bahaya serta memyarankan agar wisatawan mengajak pemandu ketika berkunjung sehingga dapat meminimalisir musibah yang terjadi seperti kejadian saat ini," tandasnya. (Kanalbali/WIB)