Konten Media Partner

Ogoh-ogoh Mini Menangguk Untung Menjelang Nyepi di Bali

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjualan Ogoh-ogoh mini di Denpasar yang akan menjadi hiasan atau turut diarak di malam Pengerupukan menjelang Nyepi - KR14
zoom-in-whitePerbesar
Penjualan Ogoh-ogoh mini di Denpasar yang akan menjadi hiasan atau turut diarak di malam Pengerupukan menjelang Nyepi - KR14

Di Bali, suasana hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 yang jatuh pada (25/3) mendatang sudah mulai terasa. Seperti ogoh-ogoh yang mulai di buat oleh pemuda di setiap Banjar. Selain itu, masyarakat juga mulai mempersiapkan segala keperluan untuk upacara.

Di sejumlah titik di Denpasar dan sekitarnya pun mulai marak sejumlah pedagang menjajakan ogoh-ogoh berukuran kecil (mini). Putu Sasmika (43) adalah satu diantaranya.

Ogoh-ogoh mini - KR14

Di tokonya yang di Jl Kenyeri, Denpasar, sehari-hari ia biasanya menjual keperluan upacara, seperti canang (bunga persembahan-red), daun janur kelapa, tedung (payung khas bali), bokor, dulang, dan berbagai keperluannya lainnya.

Menjelang hari raya Nyepi, Sasmika mulai menjual ogoh-oggoh mini. Bukan sarana upacara, Ogoh-ogoh mini itu hanyalah mainan anak-anak atau bingkisan. Puluhan ogoh-ogoh terpampang di tokonya. “Saya jualan ogoh-ogoh ini mulai pertengahan Februari lalu,"ujarnya.

Toko penjualan Ogoh-ogoh mini - KR14

Ogoh-ogoh mini dijual dalam berbagai ukuran. Ukuran paling besar setinggi 1 meter. Terbuat dari spons, agaknya pembuatannya cukup rumit. Ogoh-oggoh mini menjadi bingkisan menarik khas Bali.

"Untuk yang kecil ukuran 50 cm harganya Rp. 175.000 sedangkan yang 1 meter Rp. 425.000 ribu,"jelasnya ketika diwawancarai di tokonya Jumat, (13/3). Ogoh-ogoh mini itu diperoleh Putu Sasmika dari temanya yang merupakan pengrajin dari Karangasem

Dengan hanya membantu menjualkan, ia mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan. Sudah hampir sebulan ini mendapat keuntungan sebesar 500 ribu rupiah.“Ya lumayan buat nambah-nambah apalagi hanya dititip di sini, kalau bikin sendiri kan susah caranya,” imbuhnya."Sudah ada sekitar 10 ogoh-ogoh yang terjual, yang beli biasanya bapak-bapak untuk anaknya,"jelasnya. ( KR 14)