Konten Media Partner

Penerbangan Perdana dari Australia ke Bali, Garuda Bawa 60 Penumpang

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi : Pesawat Garuda Indonesia tiba di Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Pesawat Garuda Indonesia tiba di Bali - IST

KUTA, kanalbali.com - Pesawat Garuda Rute Australia-Ngurah Rai, Bali dengan nomor penerbangan GA715 tiba pada Jumat (4/3). Penerbangan ini merupakan penerbangan langsung pertama dari Australia ke Bali setelah ditutup akibat pandemi COVID-19.

Pesawat Garuda mengangkut 60 orang penumpang dengan rincian 47 warga negara asing dan 13 warga negara Indonesia. Selain penumpang, penerbangan kali ini juga mengangkut muatan kargo seberat 15 ton.

Saat tiba di Bandara Ngurah Rai, kedatangan pesawat disambut oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha AR dana Sukawati serta Dirut Garuda Irfan Setiaputra.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, proses pengecekan khususnya protokol kesehatan di bandara Ngurah Rai berjalan lancar. "Saya pantau seluruh proses berjalan lancar, baik dari keberangkatan sampai kedatangan. Ini berarti SOP sudah berjalan dengan baik," ujar koster.

Gubernur Koster (2 dari kiri) saat penyambutan pesawat Garuda dari Australia - ROB

Dia menambahkan, Australia merupakan negara yang menjadi sasaran utama dalam upaya pemulihan pariwisata Bali. Pasalnya pada kondisi normal sebelum pandemi Austalia mencatat tingkat kunjungan tertinggi yaitu mencapai 1,3 juta Wisman. Disusul China dengan 1,2 juta Wiatawan.

"Dari data yang kita miliki, terbesar adalah Austalia sebanyak 1,3 juta kemudian China sebanyak 1,2 juta disusul negara-negara Eropa. Totalnya negara ini 2,5 juta dari total 6,3 juta wisman yang datang tahun 2019," ujar Koster.

Bali sendiri menurutnya sudah siap menyambut penerbangan langsung dari berbagai negara. Karena itu perlu didukung dengan kebijakan pemerintah pusat. Yaitu dengan membukan layanan visa on arrival dan bebas karantina.

"Bali sudah dua tahun stag, sudah saatnya dipulihkan, pemerintah pusat harus sadari jangan sampai, terlalu lama hadapi situasi sulit seperti ini," ucap Koster. (KanalBali/ROB)