Pengamat: Manuver Golkar di Badung Indikasi Kuatnya Pragmatisme Politik

Manuver Partai Golkar di Pilkada Badung yang mengalihkan dukungan kepada calon PDIP dinilai sebagai bentuk pragmatisme politik dan melemahnya idealisme dalam berpartai. Apalagi justru sebelumnya, Golkar adalah partai yang mendorong terbentuknya koalisi untuk menandingi PDIP.
"Ini membuat demokrasi di Pilkada Badung turun kelas dan ada suguhan politik yang kurang sehat bagi masyarakat," kata Pengamat politik Universitas Warmadewa, I Nyoman Wiratmaja, Selasa (1/9).
"Sudah pasti akan ada penurunan demokrasi kalau lawan kotak kosong karena masyarakat tidak punya pilihan untuk membuat perbandingan," jelasnya.
Wiratmadja menuturkan, partai politik seharusnya bisa kembali kepada idealisme sebagai wadah aspirasi masyarakat, apalagi jika berkaitan dengan Pemilihan Umum dan pencalonan. Oleh karena itu, elit partai menurut Wiratmadja, harusnya bisa bersikap lebih dewasa dalam menyikapi aspirasi rakyat.
"Bicaranya selalu kedaulatan ada di tangan rakyat, harus menyerap aspirasi rakyat, tapi ujung-ujungnya dipotong oleh penguasa tunggal partai. Jadi sesuatu yang sangat populis dan demokratis dari bawah, akhirnya menjadi sangat elitis. dan itulah pembajakan demokrasi terjadi disana," ujarnya.
Bagi Wiratmaja, pembajakan demokrasi itu sudah pasti merugikan masyarakat."Di Badung ini khan kualitas sumber daya manusia kan rata-rata bagus. Tapi ternyata partai politik tidak bisa melakukan rekrutmen politik dengan baik sehingga mencari paket yang bisa bertarung secara fair sangat susah," jelasnya.
Meski begitu, ia juga menilai apa yang dialami oleh pasangan yang diusung koalisi, yakni IGN Agung Diatmika dan Wayan Muntra, adalah resiko yang harus disadarai sejak awal. Sebab, jika salah satu partai dari koalisi berpaling, masa depan arah koalisi akan dikorbankan demi kepentingan lain.
"Diatmika-Muntra ini kan didukung oleh koalisi, salah satu kelemahan dari koalisi itu khan ibarat bemo roda 3 dikempesin satu bannya kan sudah tidak jalan," tuturnya.
Sebelumnya, pasangan IGN Agung Diatmika dan Wayan Muntra sempat digadang-gadang sebagai penantang bagi pasangan I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa di Pilkada Badung. Didukung oleh Golkar, Nasdem dan Gerindra, Diatmika-Muntra optimis bisa memberi alternatif calon bagi masyarakat Badung.
Namun, kondisi itu sirna setelah salah satu partai yang mengusung mereka yakni Golkar, mengurunkan rekomendasi untuk I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa yang notabene merupakan calon dari PDIP. (Kanalbali/ACH)
