Program Pemuliaan Air Diluncurkan di Danau Tamblingan, Bali

Konten Media Partner
15 Mei 2022 17:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Program Pemuliaan Air Diluncurkan di Danau Tamblingan, Bali (85521)
zoom-in-whitePerbesar
Acara peluncuran program pemuliaan air di Danau Tamblingan, Buleleng, Bali - IST
BULELENG, kanalbali.com - Launching Program Pemuliaan Air di Bali yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja yang bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud,mulai digelar, Minggu (15/5).
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang dipusatkan di Danau Tamblingan ini bertemakan “Tamblingan Alas Mertajati Jala Sudha Pratistheng Bhuana Merawat Air, Meruwat Diri, Menjaga Bumi”.
Acara diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Dalam Kesempatan ini, hadir pula Koordinator Staf Khusus Presiden yang juga sebagai Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Hadir pula Pengerajeg Adat Dalem Tamblingan, dan Bendesa Adat Wilayah Penyangga Danau Tamblingan dan Danau Buyan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kombinasi hutan dan danau yang terus dijaga merupakan satu gerakan yang sangat baik untuk melestarikan lingkungan.
“Ini bisa menjadi signal yang bisa diberikan untuk masyarakat di wilayah lain di Indonesia, agar ekologi betul-betul dijaga dengan baik dan ancaman sebenarnya adalah umat manusia itu sendiri, sehingga umat manusia harus bisa memahami pentingnya kita hidup di satu wilayah yang tetap harus terjaga dengan baik supaya kehidupan ini tetap bisa berlangsung dengan baik,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Program Pemuliaan Air ini. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus dilakukan oleh semua pihak.
“Kita harus jaga betul pemuliaan air ini agar keberadaan air bersih di Buleleng terus dapat terjaga, dan kita harus benar-benar tertib dengan rencana tata ruang yang kita buat tentu edukasi dan literasi tata ruang yang yang kita bangun adalah milihat ekosistem yang berkelanjutan sehingga kita bisa masukan ke RDTR yang kita buat,” katanya.
Dirinya pun berpesan, kegiatan penanaman pohon harus diimbangi dengan pemeliharaan. Sehingga kegiatan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia.
“Penanaman pohon jangan hanya sifatnya serimonial saja, pohon kecil-kecil dan yang tidak asli dari kawasan ini sehingga pohon tidak bisa tumbuh dengan baik,” pesannya. (Kanalbali/RLS/RFH)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020